Kamis, 2 Februari 2023

Korea Utara Kembangkan Rudal Balistik Pembawa Senjata Nuklir

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Sebuah rudal yang menurut media pemerintah adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) "Hwasong-17" terlihat diluncurkan dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 25 Maret 2022 oleh kantor berita Korut KCNA. Foto: Antara/KCNA/Reuters

Otoritas Korea Utara meningkatkan uji coba rudal dan menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) pada Kamis (3/11/2022). Hal ini merupakan upaya Korut mengembangkan rudal yang dipasangi unsur nuklir dan dapat menjangkau daratan Amerika Serikat.

Laporan Reuters yang dikutip Antara memaparkan, ICBM adalah rudal balistik dengan jangkauan minimum sekitar 5.500 kilometer (3.400 mil), terutama dirancang untuk membawa senjata nuklir. Beberapa bahkan mampu menjangkau sasaran sampai 10.000 km (6.200 mil) atau lebih jauh.

Beberapa rudal hanya membawa satu hulu ledak, tetapi ICBM modern dapat membawa beberapa hulu ledak, masing-masing dapat mencapai titik tujuan secara terpisah dengan menggunakan (MIRV) yang dapat ditargetkan secara independen.

MIRV (multiple independently targetable reentry vehicle) adalah muatan peluru kendali balistik berisi beberapa hulu ledak, yang masing-masing memiliki kemampuan untuk untuk mengarah dan mengenai satu atau kelompok target.

ICBM dapat diluncurkan dari berbagai platform. Fasilitas peluncuran tetap seperti silo rudal menawarkan lebih banyak perlindungan, tetapi rentan terhadap serangan pendahuluan.

Peluncur bergerak, termasuk kapal selam, truk berat dan rel, lebih sulit dideteksi dan memberikan mobilitas yang lebih besar, tetapi rentan jika tertangkap ketika berada di tempat terbuka.

Rusia, Amerika Serikat, China, Inggris, Prancis, dan India telah mengerahkan senjata jenis ICBM, baik di darat maupun di laut.

Korea Utara melakukan uji coba pertama ICBM Hwasong-14 yang berhasil pada Juli 2017. Tak lama setelah dua tes Hwasong-14 sukses, Korea Utara meluncurkan ICBM baru, Hwasong-15 pada November 2017.

Benua Amerika Serikat berjarak sekitar 9.000 km dari Korea Utara, dan beberapa pakar AS dan Korea Selatan percaya bahwa kedua rudal tersebut dapat terbang lebih dari 10.000 km, menempatkan banyak sasaran di Amerika Serikat dalam jangkauan.

Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara menyatakan setelah uji coba Hwasong-15, bahwa negara itu telah mencapai “sejarah besar dalam menyelesaikan kekuatan nuklir negara.”

Pada Maret 2022, Korea Utara meluncurkan ICBM Hwasong-17 besar-besaran untuk pertama kalinya setelah meluncurkannya pada parade militer sebelum fajar pada Oktober 2020.

Rudal itu berpotensi cukup besar untuk membawa hulu ledak nuklir ke mana saja di Amerika Serikat.

Tidak seperti tes ICBM sebelumnya, Hwasong-17 diluncurkan langsung dari kendaraan pengangkut-erektor-peluncur dengan 11 sumbu, yang menurut para ahli adalah ICBM bergerak dan berbahan bakar cair terbesar di dunia.(ant/iss)

Berita Terkait