Senin, 8 Agustus 2022

Ludruk Charity di Warung Mbah Cokro Dipenuhi Penonton

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ludruk Charity oleh Republik Ludruk Indonesia untuk seniman ludruk legendaris Cak Sapari di Warung Mbah Cokro Surabaya, tampak dipenuhi oleh penonton yang sudah memadati lokasi satu jam sebelum acara dimulai, Sabtu (18/6/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Gelaran pertama Ludruk Charity untuk Cak Sapari, sang seniman ludruk legendaris grup Kartolo Cs. Sabtu (18/6/2022) pukul 19.27 WIB dihadiri puluhan penonton. Para penonton tersebut bahkan terpantau sudah memenuhi Warung Mbah Cokro, satu jam sebelum acara dimulai.

Meski berlangsung sederhana, tapi gelaran berlangsung meriah. Bahkan banyak penonton yang kehabisan kursi dan rela berdiri sambil menyaksikan Ludruk Charity.

Sebelum acara dimulai, panitia memutar video-video singkat kondisi Cak Sapari ketika terbaring sakit di rumah. Selain itu, beberapa juga disisipkan saat gelaran sedang berlangsung.

Sekitar pukul 19.27 WIB, gelaran dibuka dengan kidungan yang dilontarkan Robets Bayoned, Founder Republik Ludruk Indonesia yang juga bertindak sekaligus Sutradara acara, disusul pemain-pemain lainnya yang kemudian membuat suasana gelaran dipenuhi gelak tawa penonton.

Hingga pukul 21.54 WIB gelaran masih berlanjut. Sepanjang Ludruk Charity, banyak penonton mondar-mandir dari belakang menuju panggung, berpartisipasi menyisihkan rezeki untuk Cak Sapari. Mulai lembaran uang hingga yang diletakkan dalam amplop, memenuhi besek yang diletakkan di panggung.

Semua penonton terlihat begitu menikmati gelaran. Apalagi ketika Robets Bayoned melontarkan kalimat “Salam Satu Nyali” karena ide dimulainya acara pada pukul 19.27 WIB tersebut, diambil bertepatan dengan Ulang Tahun Persebaya yang juga berlangsung pada hari ini.

“Wani,” ujar seluruh penonton yang hadir di Warung Mbah Cokro secara serempak.

Tidak hanya masyarakat, tetapi gelaran Ludruk Charity ini juga mendapat apresiasi dari Heri Purwadi Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Surabaya. Heri datang dan langsung menyawer santunan ke depan panggung. Sontak, pemain di atas panggung kaget sekaligus senang dan mengucapkan terima kasih. Para pemain juga mengguyoni Heri untuk memfasilitasi Ludruk Charity yang berikutnya di Balai Budaya.

“Iya kita apresiasi ya untuk Ludruk Charity, kita sekaligus memberikan tali asih ke Republik Ludruk Indonesia yang mengadakan ini. Kita juga siap memfasilitasi nanti di Balai Budaya,” ujar Heri kepada suarasurabaya.net di lokasi.

Terkait jumlah donasi, Robets Bayoned menyampaikan sebelum Ludruk Charity dimulai sudah terkumpul sekitar Rp12 juta dan sudah diserahkan kepada keluarga Cak Sapari sekitar Rp3 juta. Adapula Yayasan Geng Gerakan Mengajak Sedekah (Gemes) yang memberikan donasi sejumlah Rp1 juta dalam acara tersebut.

 

Sementara untuk hasil sawean sendiri, malam ini mencapai Rp9.060.000. Jumlah donasi yang dikumpulkan dalam Ludruk Charity yang pertama ini, secara keseluruhan baru akan dihitung usai gelaran. (lta/bil/iss)

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Kemacetan di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 8 Agustus 2022
27o
Kurs