Kamis, 9 Februari 2023

Menuju Zero Stunting, Pemkot Surabaya Cegah Munculnya Kasus Baru

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Rini Indriyani Ketua TP PKK Kota Surabaya. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Menuju zero stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya pencegahan munculnya kasus baru. Sebelumnya, kasus berhasil turun drastis.

Rini Indriyani Ketua TP PKK Kota Surabaya mengungkap ulang, angka stunting 2020 mencapai 12.788, kemudian turun separuh menjadi 6.722 pada 2021. Per Oktober 2022 kasus stunting balita tinggal 1.055.

Tetapi yang masih menjadi perhatian adalah upaya pencegahan munculnya kasus baru.

“Tapi PR kita yang paling berat adalah tidak boleh ada stunting baru yang muncul. Makanya, kita terus melakukan berbagai upaya penanganan mulai dari hulu hingga hilir,” kata Rini pada acara Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting di Kantor Bappedalitbang, Rabu (7/12/2022).

Termasuk masalah paling dasar pada kelompok berisiko stunting, misalnya calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui/nifas, dan baduta/balita. Perlu keterlibatan banyak pihak katanya.

“Oleh karena itu, dalam penanganan kasus stunting di Surabaya, kami bergerak bersama-sama karena ini bukan hanya menjadi tanggung jawab camat saja atau kepala puskesmas saja, tapi semua pihak harus bersama-sama mengatasi ini. Jadi, kita bergerak bersama dan mudah-mudahan ini bisa mencegah stunting yang baru jangan sampai ada penambahan,” tegasnya.

Pencegahan kasus stunting menurutnya harus dari hulu ke hilir. Hulu, pasangan calon pengantin (catin) diberikan mikronutrien dengan harapan janin yang dikandungnya akan tumbuh dengan baik. Langkah ini dapat dilakukan dengan pemberian susu, vitamin, sekaligus pendampingan saat hamil. Bahkan, ketika sudah melahirkan.

“Kalau semua upaya ini berjalan dengan baik, insyaallah kasus stunting di Surabaya bisa turun dan semoga tidak ada penambahan kasus stunting baru di Surabaya,” katanya.

Mengenai upaya menuju zero stunting, Rini tidak menampik adanya kesulitan. Karena ada penyakit bawaan dari bayi tersebut. Sehingga harus disembuhkan dahulu, baru bergerak supaya anak tersebut tidak stunting.

“Jadi, kita akan bergerak bersama untuk terus mencegah stunting baru di Surabaya,” pungkasnya. (lta/rst)

Berita Terkait