Rabu, 24 April 2024

Pakar: Desinfeksi Limbah Kurban Penting Dilakukan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tim pengemasan RPH Pegirian, Semampir, Surabaya, memasukan daging kurban yang telah ditimbang kedalam plastik food grade, Minggu (10/7/2022) Foto: Retha Yuniar suarasurabaya.net

Penanganan limbah kurban dengan tepat, menjadi salah satu langkah untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK).

Proses desinfeksi dan pembuangan harus diperhatikan, agar lingkungan tidak tercemar bakteri patogen. Selain itu, limbah rumah tangga yang berhubungan dengan daging terutama plastik juga perlu di sterilisasi terlebih dahulu sebelum dibuang.

drh. Ratih Novita Praja Dosen Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu alam Universitas Airlangga (Unair) dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Senin (11/7/2022) menjelaskan, pencegahan persebaran PMK terutama melalui limbah, baik itu darah, daging tak layak konsumsi maupun kotoran visceral, harus dimusnahkan dengan proses penguburan sesuai kesepakatan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Masyarakat harus diedukasi untuk menangani limbah kantong plastik bekas daging kurban. Terutama untuk melakukan sterilisasi secara sederhana pada tiap rumah tangga.

“Plastik tidak boleh dibuang sembarangan. Merendam bayclin pada plastik dapat dilakukan. Setelah itu baru aman untuk dibuang”, tegas Ratih.

“Jangan mengubur limbah tanpa diberikan desinfektan terlebih dahulu, bagaimanapun kita harus meminimalisir penyebaran virus PMK. Desinfeksi dilakukan sebelum dan sesudah mengubur”, tambahnya.

Berbagai jenis desinfektan dapat digunakan untuk sterilisasi. Seperti Formaldehyde, Kalsium Chloride atau KMNO4. Terkait penggunaan kapur, dapat dilakukan pencampuran dan pengenceran terlebih dahulu.

“Untuk penggunaan Kapur, dapat ditambahkan Nacl untuk di encerkan 10 persen, lalu di encerkan kembali menjadi dua persen”, ujar Ratih.

Ia juga menghimbau masyarakat tidak membuang limbah jeroan sembarangan, terutama dalam tahap pencucian hasil sembelihan hewan kurban.

“Bakteri patogen yang terbawa limbah dapat mencemari sungai dan menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar, jika ada hewan yang minum air sungai tersebut pasti juga akan ikut tertular”, himbaunya. (des/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Rabu, 24 April 2024
28o
Kurs