Senin, 15 Agustus 2022

Pemerintah Diminta Perhatikan Titik Rawan Kecelakaan di Jalur Mudik Pantura

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Kecelakaan saat mudik. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Toriq Hidayat Anggota Komisi V DPR RI, menilai Pemerintah perlu memperhatikan sejumlah titik rawan terjadinya kecelakaan di jalur Pantura untuk antisipasi arus mudik lebaran.

“Informasi dari kepolisian wilayah Pantura, kecelakaan umumnya diakibatkan oleh kondisi jalan dan minimnya rambu lalu lintas,” kata Toriq dalam keterangannya Jumat (15/4/2022) dikutip Antara.

Sejumlah titik rawan yang dimaksud di antaranya jalur Pantura Cirebon di Jawa Barat, jalur Rembang dan Demak di Jawa tengah, kemudian jalur tuban dan Situbondo di Jawa Timur.

Menurut Toriq, dari data tersebut, kasus kecelakaan kebanyakan berupa kecelakaan tunggal dan menabrak dari belakang. Kondisi jalan yang cenderung lurus dan lebar membuat pengemudi bisa memacu kecepatan tinggi. Namun, saat berjumpa dengan kondisi jalan bergelombang atau berlubang, pengemudi bisa hilang kendali.

“Terutama malam hari, jarangnya penerangan jalan dan minimnya rambu lalu lintas menjadi kontribusi terjadinya kecelakaan di Pantura. Untuk itu perlu adanya penanganan yang baik dari semua pihak. Saya juga menghimbau kepada para pengguna jalan pantura agar agar tetap berhati-hati dan tetap waspada saat berkendara,” paparnya.

Toriq mengaku lega karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengupayakan supaya semua perbaikan jalan di Jalur Pantura bisa selesai pada H-10 Lebaran.

Meski demikian, diharapkan rekonstruksi jalan Pantura bisa selesai lebih cepat.

“Kementerian PUPR berjanji perbaikan jalur Pantura kelar dengan cepat. Targetnya selesai H-10 jelang hari raya. Upaya ini tentu saya apresiasi. Namun jangan lupa, sebagian pemudik diperkirakan akan memulai mudik pada H-14,” jelasnya.

Sebagaimana informasi, Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah meminta semua perbaikan jalan di Jalur Pantura selesai pada H-10 Lebaran tahun ini.

“Semua perbaikan jalan di jalur Pantura sudah saya minta agar selesai pada H-10 Lebaran 2022, dan dipastikan aman untuk dilalui kendaraan masyarakat yang akan mudik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/4/2022).

Menteri PUPR mengungkapkan, selain Jalan Lingkar Brebes-Tegal yang selesai dibangun sejak April 2021, Kementerian PUPR juga tengah mempersiapkan ruas jalur Pantura lainnya untuk mudik Lebaran 2022.

Jalan Lingkar Brebes-Tegal sendiri memiliki lebar 7,5 meter untuk dua lajur dan dilengkapi dengan delapan jembatan, masing-masing lima jembatan di wilayah Brebes dan tiga jembatan di wilayah Tegal. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
25o
Kurs