Sabtu, 8 Oktober 2022

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah Hari Senin 2 Mei 2022

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri tahun ini hari Senin (2/5/2022).

Penetapan itu merupakan hasil keputusan Sidang Isbat yang berlangsung sore sampai petang hari ini, Minggu (1/5/2022), di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama bilang, dari 99 titik pemantauan yang tersebar di 34 Provinsi Indonesia, posisi bulan baru (hilal) sudah terlihat jelas.

Laporan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama menyatakan, posisi hilal di Indonesia petang hari ini secara umum tingginya sudah lebih dari 3 derajat, dan elongasinya mencapai 6,4 derajat.

Berdasarkan hisab, pengamatan hilal dan musyawarah para ulama, cendekiawan serta para ahli falakiyah, Menteri Agama mengumumkan besok Lebaran Idulfitri 1 Syawal 1443 Hijriah.

“Berdasarkan hisab posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk serta laporan hilal yang sudah terlihat, secara mufakat tadi sidang isbat menetapkan bahwa 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada hari Senin, tanggal 2 Mei 2022 Masehi,” ujarnya dalam keterangan pers.

Yaqut berharap mudah-mudahan dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat Islam di Indonesia dapat merasakan Idulfitri secara bersama-sama. “Semoga ini dapat menjadi cerminan kebersamaam umat Islam di Indonesia. Kebersamaan ini mudah-mudahan menjadi wujud kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa, untuk mennatap masa depan bangsa ini lebih baik secara bersama-sama,” ujarnya.

Sebelumnya, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah hari Senin tanggal 2 Mei 2022.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil hitungan wujudul hilal yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sementara, Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah berdasarkan metode gabungan penghitungan astronomi (hisab), serta pantauan langsung di sejumlah titik dengan teropong (rukyat).

Sekadar informasi, tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Agama mengacu pada kriteria hilal bulan awal Hijriah dengan ketinggian 2 derajat, dan sudut antara matahari dan bulan yang terilihat dari bumi (elongasi) 3 derajat.

Tapi, mulai tahun ini, Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan acuan yang disepakati bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Merujuk acuan baru tersebut, awal bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijjah disepakati dengan indikator tinggi bulan yang terlihat minimal 3 derajat, dan elongasi minimal 6,4 derajat.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Mogok dan Nutup Sebagian Jalur Layang Mayangkara

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Surabaya
Sabtu, 8 Oktober 2022
26o
Kurs