Kamis, 2 Februari 2023

Pemkot Surabaya Beri Pendampingan Psikis Siswi yang Lompat dari Gedung Sekolah

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Tomi Ardiyanto Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pendampingan psikis, terhadap seorang siswi SMP yang nekat terjun dari lantai dua sekolahnya. Korban sendiri saat ini masih dirawat di rumah sakit, lantaran patah kaki kanan usai melompat.

Tomi Ardiyanto Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, memastikan bahwa pendampingan psikis telah diberikan baik kepada siswi maupun orang tuanya.

“Kita lakukan pendampingan psikologi kepada anak dan ibunya. Selain itu, kita juga melakukan penjangkauan terhadap permasalahan keluarga,” kata Tomi Ardiyanto, Sabtu (26/11/2022).

Kini, siswi tersebut tengah mendapat perawatan di rumah sakit. Usai sembuh, nantinya korban sementara waktu akan ditempatkan di rumah aman DP3A-PPKB.

“Setelah keluar rumah sakit, klien akan ditempatkan ke rumah aman atau shelter perempuan DP3A-PPKB. Hal itu untuk mempercepat proses penyembuhan trauma psikologisnya,” ujar dia.

Secara terpisah, Herlina Harsono Njoto Anggota DPRD Kota Surabaya mengaku akan segera melakukan rapat koordinasi bersama Pemkot Surabaya dan Perangkat Daerah (PD) terkait. Harapannya, mencegah peristiwa serupa terulang dan agar anak-anak Surabaya mendapatkan pendampingan.

“Sebagai orang tua, tentunya saya sangat prihatin ketika hal tersebut menimpa siswi yang seusia putri saya. Berdoa agar ke depan tidak lagi ada anak-anak yang melakukan hal semacam tersebut, berdoa semoga seluruh anak-anak berbahagia dan berada dalam lingkungan yang menyenangkan,” tuturnya.

Sebelumnya, diberitakan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Surabaya nekat melompat dari lantai dua gedung sekolahnya, Jumat (25/11/2022) pagi, diduga karena masalah keluarga. Beruntung, korban selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit. (lta/bil)

Pemkot Surabaya Beri Pendampingan Siswi yang Terjun dari Lantai 2 Gedung Sekolah

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pendampingan psikis terhadap seorang siswi SMP yang nekat terjun dari lantai dua sekolahnya. Korban sendiri saat ini masih dirawat di rumah sakit, lantaran patah kaki kanan usai melompat.

Tomi Ardiyanto Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, memastikan bahwa pendampingan psikis telah diberikan baik kepada siswi maupun orang tuanya.

“Kita lakukan pendampingan psikologi kepada anak dan ibunya. Selain itu, kita juga melakukan penjangkauan terhadap permasalahan keluarga,” kata Tomi Ardiyanto, Sabtu (26/11/2022).

Kini, siswi tersebut tengah mendapat perawatan di rumah sakit. Usai sembuh, nantinya korban sementara waktu akan ditempatkan di rumah aman DP3A-PPKB.

“Setelah keluar rumah sakit, klien akan ditempatkan ke rumah aman atau shelter perempuan DP3A-PPKB. Hal itu untuk mempercepat proses penyembuhan trauma psikologisnya,” ujar dia.

Secara terpisah, Herlina Harsono Njoto Anggota DPRD Kota Surabaya mengaku akan segera melakukan rapat koordinasi bersama Pemkot Surabaya dan Perangkat Daerah (PD) terkait. Harapannya, mencegah peristiwa serupa terulang dan agar anak-anak Surabaya mendapatkan pendampingan.

“Sebagai orang tua, tentunya saya sangat prihatin ketika hal tersebut menimpa siswi yang seusia putri saya. Berdoa agar ke depan tidak lagi ada anak-anak yang melakukan hal semacam tersebut, berdoa semoga seluruh anak-anak berbahagia dan berada dalam lingkungan yang menyenangkan,” tuturnya.

Sebelumnya, diberitakan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Surabaya nekat melompat dari lantai dua gedung sekolahnya, Jumat (25/11/2022) pagi, diduga karena masalah keluarga. Beruntung, korban selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit. (lta/bil)

Pemkot Surabaya Beri Pendampingan Siswi yang Terjun dari Lantai 2 Gedung Sekolah

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pendampingan psikis terhadap seorang siswi SMP yang nekat terjun dari lantai dua sekolahnya. Korban sendiri saat ini masih dirawat di rumah sakit, lantaran patah kaki kanan usai melompat.

Tomi Ardiyanto Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, memastikan bahwa pendampingan psikis telah diberikan baik kepada siswi maupun orang tuanya.

“Kita lakukan pendampingan psikologi kepada anak dan ibunya. Selain itu, kita juga melakukan penjangkauan terhadap permasalahan keluarga,” kata Tomi Ardiyanto, Sabtu (26/11/2022).

Kini, siswi tersebut tengah mendapat perawatan di rumah sakit. Usai sembuh, nantinya korban sementara waktu akan ditempatkan di rumah aman DP3A-PPKB.

“Setelah keluar rumah sakit, klien akan ditempatkan ke rumah aman atau shelter perempuan DP3A-PPKB. Hal itu untuk mempercepat proses penyembuhan trauma psikologisnya,” ujar dia.

Secara terpisah, Herlina Harsono Njoto Anggota DPRD Kota Surabaya mengaku akan segera melakukan rapat koordinasi bersama Pemkot Surabaya dan Perangkat Daerah (PD) terkait. Harapannya, mencegah peristiwa serupa terulang dan agar anak-anak Surabaya mendapatkan pendampingan.

“Sebagai orang tua, tentunya saya sangat prihatin ketika hal tersebut menimpa siswi yang seusia putri saya. Berdoa agar ke depan tidak lagi ada anak-anak yang melakukan hal semacam tersebut, berdoa semoga seluruh anak-anak berbahagia dan berada dalam lingkungan yang menyenangkan,” tuturnya.

Sebelumnya, diberitakan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Surabaya nekat melompat dari lantai dua gedung sekolahnya, Jumat (25/11/2022) pagi, diduga karena masalah keluarga. Beruntung, korban selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

PERINGATAN: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Jika Anda atau keluarga maupun teman Anda memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, jangan ragu bercerita, konsultasi, atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Terlebih apabila pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri.

Untuk konsultasi, Anda dapat menghubungi nomor hotline Psikolog Klinis Rumah Sakit Jiwa Menur di 081-3472-753-07 via WhatsApp, setiap Senin-Kamis: 08.00-19.00 dan Jumat: 08.00-13.00 WIB. Atau mengakses layanan Love Inside Sucide Awareness (LISA) Kementerian Kesehatan di Call Center 119 atau hotline 08113855472.(lta/bil/iss)

Berita Terkait