Senin, 1 Desember 2025

Pemkot Surabaya Perbaiki Sistem Drainase untuk Cegah Banjir

Laporan oleh Retha Yuniar
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya bersama Lilik Arijanto Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Indeks Kinerja Operasional (IKO) turun ke dalam gorong-gorong, Senin (18/7/2022). Eri menemukan beberapa saluran air yang belum terkoneksi dengan maksimal.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya memantau pengerjaan Crossing Drainase atau penyambungan saluran air yang ada di Surabaya, Senin (18/7/2022). Hal ini untuk mengamankan warga dari ancaman banjir jelang musim hujan.

Eri bersama Lilik Arijanto Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Indeks Kinerja Operasional (IKO) turun ke dalam gorong-gorong dan menemukan beberapa saluran air yang belum terkoneksi dengan maksimal.

Menurut Eri, penuntasan permasalahan banjir di Surabaya tidak hanya seputar pembangunan box culvert tapi juga bagaimana membangun saluran air yang terkoneksi agar air mengalir optimal.

“Yang sekarang sudah terbangun ini ternyata gurung connect kabeh (belum terhubung semua). Kalau dilihat dari atas, semua sudah connect. Tapi setelah turun ternyata ada saluran yang mengecil, ada yang belum terkoneksi dengan riol atau saluran pembuangan air,” kata dia.

Eri mencontohkan, kasus banjir yang kerap terjadi di kawasan Kranggan dan Tidar akibat saluran drainase-nya tidak dibuat terkoneksi dengan riol yang berlokasi di Jalan Praban.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini justru menemukan, riol Belanda yang ada di Praban justru tertutup box culvert saat pembangunan pedestrian beberapa tahun silam.

Dirinya tidak menyebut secara eksplisit, kapan pembangunan pedestrian dilakukan. Tapi tertera Dinas SDA tahun 2008 pada tutup gorong-gorong.

Akibatnya, Eri harus merombak dan memperbaiki sistem drainase masa lalu yang belum terkoneksi dengan baik bahkan menutup riol.

“Kenapa Kranggan ini banjir, karena tidak ada crossing ke riol Belanda ini (di Praban). Harusnya masuk ke riol ini,” paparnya.

“Kalau teman-teman turun melihat, dibawah ini ada riol Belanda. Tapi ketutupan ambek Box Culvert. Dulu pada waktu pembangunan, kudune Box Culvert nya ditinggikan tapi bawahnya harusnya di bongkar sampai tembus ke riol. Jadi tingginya nambah 2 meter dari box Culvert ditambah 3 meter dari riol,” imbuhnya menjelaskan.

Pemkot menargetkan pembenahan sistem drainase di Praban, Simpang pojok dan Jalan Embong Kenongo sampai tersambung ke Panglima Sudirman tuntas pada 7 Desember 2022. (tha/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 1 Desember 2025
26o
Kurs