Kamis, 9 Februari 2023

Pemprov Jatim Kerahkan Tim Kesehatan untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Tim kesehatan yang dikirimkan Pemprov Jatim untuk membantu korban terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kerahkan tim kesehatan bernama Tim AJU (Tim Pendahulu) yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur.

Tugas Tim AJU melakukan Rapid Health Assesment (RHA) untuk memastikan situasi, keamanan dan kebutuhan logistik yang dibutuhkan oleh warga terdampak bencana alam gempa bumi.

Setelah dilaksanakan RHA, Pemprov Jatim juga mengirimkan Disaster Medical Team (DMT) yang berasal dari RSUD provinsi maupun kabupaten/kota serta organisasi profesi secara priodik untuk melakukan pelayanan kesehatan secara optimal dengan membawa perbekalan sesuai dengan hasil RHA.

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan telah berkomunikasi dengan BPBD Cianjur dan Jawa Barat terkait bantuan apa saja yang bisa dikerahkan oleh pihaknya.

“Allhamdulillah kami berangkatkan Tim Aju untuk melakukan RHA sejak tanggal 23 November 2022, selain itu tim DMT juga telah diberangkatkan,” ungkapnya di sela kunjungan kerjanya di Riyadh, Senin (28/11/2022).

Khofifah melanjutkan, pada Sabtu (26/11/2022) kemarin, Tim DMT yang berasal dari RSUD Haji pertama kali diturunkan untuk beri layanan kesehatan secara mobile di wilayah Puskesmas Cijedil.

“Obat obatan dan kebutuhan medis terus kami siapkan dan kami bekali. Bahkan jumlahnya kami tambah agar bisa mencukupi kebutuhan di lokasi bencana,” urai Khofifah berdasarkan laporan dari Kalaksa BPBD Jatim.

Berdasarkan data di lokasi Bencana per Minggu (27/11/2022) kemarin, jumlah warga terdampak bencana alam gempa bumi yang telah dilayani oleh DMT mencapai 223 jiwa.

Sementara itu, dr. Gusnady Koordinator Subklaster layanan kesehatan HEOC (Health Emergency Operating Center) Kabupaten Cianjur memberikan apresiasi kepada Jatim yang mandiri dan penuh persiapan dalam respon krisis kesehatan di lokasi terdampak.

Menurut Gusnady kebutuhan yang diperlukan di lokasi bencana bukanlah kuantitas bantuan SDM Kesehatan, melainkan masih banyaknya lokasi terdampak yang terisolir sehingga yang lebih dibutuhkan adalah pelayanan kesehatan mobile ke lokasi yang terisolir.

“Kami berterima kasih armada yang dibawa oleh Tim bergitu sigap dan sangat detail sehingga tidak merepotkan HEOC Kabupaten Cianjur,” tutupnya.(wld/iss/ipg)

Berita Terkait