Jumat, 2 Desember 2022

Pemudik Harus Memperhatikan Waktu Keberangkatan untuk Menghindari Kemacetan Parah

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi

Pemerintah mempersilakan masyarakat pulang kampung (mudik) pada momen Lebaran Idulfitri tahun ini, seiring terkendalinya penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Puan Maharani Ketua DPR RI mengingatkan pemerintah mempersiapkan detil kebutuhan masyarakat dan pengamanan di setiap titik keramaian selama perjalanan mudik.

Dia menekankan pentingnya persiapan supaya tidak terjadi kemacetan sampai 20 jam di dalam jalan tol, sampai memakan korban jiwa seperti kejadian mudik tahun 2016.

“Masyarakat juga perlu mempersiapkan keberangkatan mudik dengan mempertimbangkan waktu terbaik untuk menghindari kemacetan parah,” ujarnya di Jakarta, Senin (25/4/2022).

Sebelumnya, Joko Widodo Presiden sudah menyampaikan seruan supaya pemudik berangkat lebih awal, sesuai jadwal libur dari tempat kerjanya.

Berdasarkan data hasil survei Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik lebaran tahun ini diprediksi tanggal 28-30 April 2022.

Kepadatan lalu lintas kendaraan terjadi karena masyarakat bersama-sama berangkat untuk mudik, sehingga terjadi kemacetan di jalur utama.

Untuk mengantisipasi kemacetan parah, pemerintah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, antara lain menerapkan aturan kendaraan nomor ganjil dan genap, pemberlakuan satu arah, serta melarang truk masuk ke jalan tol.

Djoko Setijowarno Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Mayarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengungkapkan, upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisir potensi kemacetan yaitu menghindari berangkat pada tanggal puncak arus mudik.

“Kalau berangkatnya bareng-bareng ya sudah hampir pasti macet,” ucapnya.

Lebih lanjut, Djoko mengapresiasi imbauan Ketua DPR. Menurutnya, semakin banyak yang menyerukan kesiapan pada puncak arus mudik, maka masyarakat akan teredukasi untuk tidak mudik bersamaan dan bisa memilih alternatif tanggal.

“Kalau banyak yang sampaikan, orang jadi berpikir pulang duluan, pulang duluan,” terang Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu.

Djoko pun menyoroti pemilihan dan waktu perjalanan. Dia menyarakan pemudik berupaya menghindari perjalanan di waktu puncak arus mudik dan arus balik, hindari perjalanan di waktu favorit, seperti sehabis waktu sahur atau berbuka puasa, cek waktu dan rute pemberlakuan rekayasa lalu lintas dari kepolisian, update selalu informasi lalu lintas melalui saluran resmi Jasa Marga.

Selain itu, penerapan protokol pencegahan Covid-19 juga harus ditegakkan. Mudik Lebaran tahun ini harus tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ditambahkan aspek kesehatan dan bertanggung jawab.

“Mudik kali ini layak dikedepankan Mudik Sehat 2022. Protokol kesehatan wajib dilakukan. Makna transportasi tidak hanya menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, tetapi juga aspek kesehatan saatnya mulai sekarang diterapkan,” pungkas Djoko.(rid/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 2 Desember 2022
27o
Kurs