Jumat, 9 Desember 2022

Penderita Penyakit Jantung Meningkat Dipicu Pola Hidup Kurang Sehat

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Tim World Heart Day-Indonesia Heart Bike saat memberikan penyuluhan tentang pertolongan pertama penanganan penyakit serangan jantung, Minggu (25/9/2022). Foto: Istimewa

Dokter Agus Subagjo Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh sekaligus Ketua Acara World Heart Day-Indonesia Heart Bike mengatakan, angka kematian pada penderita penyakit jantung yang paling banyak adalah jantung koroner.

“Untuk memberikan edukasi ini kami prioritas melakukan promosi bagaimana pencegah penyakit jantung. Bagaimana kalau terjadi sakit dan serangan jantung. Jadi jangan sampai terlambat, segera cari pertolongan ke RS,” ujar Agus di Gedung Negara Grahadi, Minggu (25/9/2022) dalam acara Indonesia Heart Bike (IHB) 2022 yang diadakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Alumni (IKA) Unair, dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Menurutnya penderita penyakit jantung semakin meningkat seiring tren pola hidup sehat masyarakat modern yang menurun. Dia merinci masyarakat saat ini banyak melakukan aktivitas yang kurang gerak.

Seperti bekerja dengan duduk berjam-jam, gemar bermain game dan internet tanpa mengenal waktu, suka memesan makanan siap saji. Menurutnya itu kegiatan yang kurang berdampak baik bagi kesehatan.

“Saya kira ke depan sangat sulit untuk menurunkan penyakit jantung koroner,” imbuhnya.

Agus juga menyebut jika rentang usia yang terkena penyakit jantung juga relatif menyasar ke usia yang lebih muda atau produktif. Menurutnya, di era sekarang rata-rata usia terkena serangan jantung adalah 35 tahun.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan jika segala jenis olahraga dan semua hal yang dapat membuat tubuh menjadi sehat pasti bernilai baik. Oleh karenanya ia menyambut baik gelaran IHB 2022 dan senam jantung kali ini.

“Apa saja yang bikin kita sehat saya rasa akan baik untuk kita semua,” sebutnya.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dalam gelaran Indonesia Heart Bike (IHB) 2022 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (25/9/2022). Foto: Humas Pemprov Jatim.

Terkait peringatan Hari Jantung Sedunia, Khofifah mengatakan, cara paling ideal untuk merefleksikan tentang masalah penyakit jantung yaitu dengan berpikir secara global dan bertindak secara lokal.

Kata Khofifah, dimulai dari pembuatan kebijakan dan profesional kesehatan hingga seluruh lapisan masyarakat diundang untuk terlibat.

“Jadi, untuk merayakan Hari Jantung Sedunia dengan rutin melakukan skrining kesehatan jantung dan mengubah pola hidup kita menjadi lebih sehat,” jelas Khofifah.

Untuk diketahui peringatan Hari Jantung Sedunia 2022 di Jatim berlangsung istimewa. Pasalnya, Gubernur Jawa Timur mengajak gowes bareng para dokter jantung di Jatim dan ribuan masyarakat dalam kegiatan Indonesia Heart Bike (IHB) 2022. Selain itu diadakan juga berbagai kegiatan antara lain, ada senam jantung sehat, senam variasi, pengenalan teknik bantuan hidup dasar kegawatan jantung dan pembuluh darah, ada tenda tensi dan konsultasi kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta cek lab gratis 500 pack.(wld/dfn/iss)

Berita Terkait

Kenali Penyakit Jantung Bawaan Lewat Gejalanya

Ahli: Olahraga Bukan Penyebab Serangan Jantung


Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs