Kamis, 2 Februari 2023

Pengerjaan Drainase Jalan Utama Surabaya Selesai Desember, Lanjut ke Perkampungan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat mengecek saluran air di Jalan Panglima Sudirman Surabaya. Foto: Diskominfo Surabaya

Pengerjaan saluran di jalan raya utama Kota Surabaya akan selesai akhir tahun 2022. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan, 2023 mulai sentuh perkampungan.

Menurut Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, pengerjaan sudah hampir selesai. Saluran terkoneksi, juga menuai hasil. Banyak titik jalur utama yang tidak lagi tergenang. Namun, beberapa titik masih terjadi ketika hujan lebat atau intensitas lama.

“Jadi kalau hari ini, kalau mau lihat, tinggal topping atau atasnya saja itu pakai concrete (beton) tinggal berapa persen saja. Saya lihatnya, saluran terkoneksi. Kita lihat sudah menuai hasil. Titik tertentu dari hulu ke hilir tidak ada lagi genangan dan berkurang jauh. Ada beberapa yang masih, karena memang belum kita sentuh,” papar Eri, Sabtu (3/11/2022).

Itu karena jumlah anggaran tidak mencukupi jika dialokasikan semuanya untuk perbaikan atau pembangunan saluran. Sehingga, berlaku prioritas.

Tapi, Eri berjanji, anggaran tahun 2023 mendatang akan segera mengerjakan saluran di titik lain yang masih tergenang air saat hujan.

“Anggaran kita tidak bisa semuanya. Jadi ada prioritas-prioritas. Insya Allah tahun depan 2023 ada titik lain lagi yang dikerjakan sehingga Surabaya terbebas (banjir). Sebenarnya di jalan raya sudah jarang, tinggal di Dukuh Kupang, sana-sana belum dikerjakan, yang paling banyak di jalan kampung yang selama ini tertutup,” paparnya.

Dia sudah minta ke jajarannya, untuk juga fokus ke kampung. Tolak ukur keberhasilan penanganan banjir, menurut Eri, ditentukan perkampungan.

“Saya ngomong ke teman-teman, jangan cuma jalan raya tapi ke kampung-kampung juga. Itu tolak ukurnya kalau tidak ada banjir di kampung, itu berhasil. Kita konsen sebentar lagi, ke kampung. 2023 nanti titik-titik itu akan kita sentuh. Simo Hilir masih itu (banjir) sudah tahunan, Gadel sudah tidak ada, tapi jembatan belum dinaikkan jadi air muncul dari situ,” pungkasnya. (lta/iss)

Berita Terkait