Kamis, 8 Desember 2022

Penyesuaian Tarif Baru PDAM Surabaya Masih Jauh dari Batas Atas yang Ditetapkan Pemprov Jatim

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya dalam program Semanggi Suroboyo, Jumat (25/11/2022). Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan, penyesuaian tarif baru PDAM Surya Sembada mengacu pada peraturan pemerintah pusat dan provinsi Jawa Timur yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Dua peraturan yang dimaksud Eri adalah Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum, dan Keputusan Gubernur Jatim Nomor 188/2021 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum bagi BUMD Air Minum Kabupaten/Kota Tahun 2022.

Dalam surat yang ditandatangani Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim tersebut, disebutkan batas atas tarif PDAM di Kota Surabaya sebesar Rp17.202 per m3 dan batas bawah Rp2.659 per m3. Sehingga atas penetapan tarif baru PDAM yang akan diterapkan mulai 2023 sebesar Rp2.600 per m3, angka ini masih jauh dari batas atas yang ditetapkan Gubernur.

“Opsi naik itu bukan lagi opsi tapi sudah menjadi kewajiban karena ada di Permendagri yang dikuatkan dengan SK Gubernur. Maka mau tidak mau seluruh PDAM harus mengikuti tarif yang ditetapkan SK Gubernur, dan seluruh BUMD Air Minum kabupaten/kota harus mengacu pada itu,” ujar Eri dalam program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (25/11/2022).

Dalam kesempatan tersebut Eri menyebut, kenaikan tarif ini akan dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan PDAM itu sendiri. Mengingat masih ada daerah di Surabaya yang belum teraliri air dengan baik, sehingga PDAM akan meningkatkan investasinya di berbagai lini untuk memenuhi itu.

Eri juga menargetkan tahun 2023 semua daerah di Surabaya harus dialiri PDAM, sehingga untuk mengejar itu dibutuhkan investasi dan perpipaan agar menjangkau daerah yang sulit keluar air.

“Seluruh wilayah Surabaya harus teraliri air akhir tahun 2023, itu tertulis dalam kontrak kinerja dengan Dirut PDAM. Beliau mengatakan mampu memenuhi ini dengan adanya investasi, ketika perbaikan dibutuhkan tapi dengan anggaran PDAM seperti sekarang tidak bisa melakukan perbaikan pipa termasuk reservoar,” imbuhnya.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya bersama Arief Wisnu Dirut PDAM dalam program Semanggi Suroboyo, Jumat (25/11/2022). Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya

Sementara Arief Wisnu Direktur Utama PDAM dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, PDAM memiliki pipa sepanjang 6200 km, di mana 300 km di antaranya berusia di atas 50 tahun dan 2.100 km berusia 30-50 tahun.

“Ini artinya secara teknis pipa sudah saatnya diremajakan. Kalau pipa 30-50 tahun itu sudah sangat tua, banyak timbunan lumpurnya. Tidak mungkin tidak, harus diganti,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pipa yang sudah berjalan penggantiannya yaitu yang berukuran di bawah 4 dim di beberapa titik Surabaya. Pipa ini dicanangkan sepanjang 150 km dan ditargetkan sudah terpasang sebanyak 31 km tahun ini.

“150 km ini yang terpanjang sepanjang sejarah PDAM. Selama PDAM berdiri tidak pernah lebih dari 50 km. 150 km sudah dimulai tahun ini, 31 km sudah diganti pipa yang kecil-kecil. Kita lanjutkan 110 km tahun depan,” pungkasnya.(dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 8 Desember 2022
26o
Kurs