Selasa, 7 Februari 2023

Puskesmas Tahan Gempa di Cianjur Dibangun Kolaborasi BUMN

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Keluarga memindahkan Azka (6), korban selamat setelah dua hari tertimpa reruntuhan akibat gempa bumi magnitudo 5,6 saat dirawat di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). Azka ditemukan selamat oleh relawan setelah dua hari terjebak reruntuhan di rumah orang tuanya yang ambruk akibat gempa bumi magnitudo 5.6 di Kabupaten Cianjur. Foto: Antara

Posko Utama Satuan Tugas Bencana BUMN yang melibatkan 31 perusahaan dengan total sukarelawan 349 orang memfokuskan pembangunan puskesmas tahan gempa yang juga bisa dijadikan posko siaga bencana untuk masyarakat di Cianjur, Jawa Barat.

“Dahulu antar-BUMN tidak ada koordinasi yang hasilnya maksimal, ini yang membedakan dengan sekarang ketika terjadi bencana Semeru, kebakaran di Baduy, dan saat ini di Cianjur saya saksikan sendiri. Ini yang menjadi bagian dari kesolidan kita bersama,” kata Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam keterangan yang dikutip Antara di Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Lokasi posko utama yang berada di kantor Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Cianjur, berguna untuk menampung bantuan dari masing-masing BUMN.

Erick mengapresiasi kerja sama antar perusahaan pelat merah dalam kegiatan penanggulangan bencana.

Perusahaan BUMN ikut serta dalam pemulihan imbas bencana Gempa Cianjur, terutama bagi 1.099 karyawan BUMN yang terdampak.

Sejauh ini, Satuan Tugas Bencana BUMN terus mengirimkan bantuan untuk membantu korban gempa melalui tiga posko utama Satuan Tugas Bencana BUMN, sembilan posko bantuan, empat posko kesehatan, dan empat dapur umum yang tersebar di berbagai titik wilayah yang terdampak bencana.

Sebanyak 349 relawan dan 61 tenaga kesehatan telah diturunkan Kementerian BUMN untuk membantu lebih dari 60 ribu pengungsi agar mendapat bantuan dan tempat tinggal sementara.

Selain itu, Satuan Tugas Bencana BUMN juga mengirimkan beberapa infrastruktur, di antaranya 23 unit bantuan genset dan sanitasi, 33 bantuan alat berat, 17 unit ambulans, dua unit rescue, dan 168 unit tenda.

“Semua KPH yang ada di Divisi Regional Jawa Barat dan Banten ikut memberikan bantuan untuk para korban gempa bumi, seperti menerjunkan polisi hutan dan karyawan sebanyak 120 anggota serta sembilan unit kendaraan operasional polisi hutan,” pungkas Asep Dedi Mulyadi Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Barat dan Banten.

Berdasarkan laporan BMKG, gempa bumi yang mengguncang wilayah Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo yang terjadi pada Senin (21/11/2022). Guncangan gempa itu mengakibatkan banyak rumah runtuh dan pergerakan tanah.

Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 November 2022, jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut mencapai 310 orang.(ant/tik/ipg)

Berita Terkait