Kamis, 2 Februari 2023

Putri Anak Indonesia Budaya 2022 Ajak Lestarikan Permainan Tradisional

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Holahop yang menjadi salah satu permainan tradisional yang dikampanyekan di Elyon Christian School Surabaya, Rabu (7/12/2022). Foto: Redhita suarasurabaya.net

Indonesia dengan keberagaman budaya, adat, dan bahasa juga terlihat pada permainan tradisional yang berbeda-beda di tiap daerahnya.

Namun, semakin berkembangnya zaman dan teknologi, membuat beberapa permainan tradisional sudah tidak dimainkan lagi oleh para anak-anak di Indonesia.

Kecenderungan mereka untuk lebih memilih gawai seperti smartphone (Handphone), playstation (PS), atau berbagai macam konsol modern, membuat permainan tradisional lebih banyak dimainkan oleh anak 90-an.

Karina Aliya Afandi Putri Anak Indonesia Budaya 2022 mengampanyekan permainan tradisional di Elyon Christian School Surabaya pada Rabu (7/12/2022).

Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan oleh sejumlah permainan tradisional mulai dari dakon, bekel, holahop, hingga slebar-slebur.

“Permainan dakon mengajarkan kita tentang ketekunan, ketepatan, kejujuran, berhitung, hingga kesabaran,” ujarnya.

Kecintaannya terhadap permainan tradisional inilah yang menginspirasi Karina untuk mengampanyekan permainan tradisional ke seluruh anak-anak di Indonesia.

“Saya sangat tertarik untuk mengajak anak-anak di Indonesia untuk bermain permainan tradisional ini, agar tidak kecanduan dengan gadget,” tuturnya.

Permainan yang akan dikenalkan adalah egrang dari batok kelapa, holahop, bakiak panjang, bekel, dakon, dan lompat tali.

Rencana ini juga didukung penuh oleh Sherly Setiono ibunda Karina.

“Permainan tradisional juga dapat mempererat solidaritas karena memerlukan kerja sama tim, dapat pula menyehatkan dan menciptakan interaksi karena setiap pemain harus bertemu, bertatap, dan berkomunikasi secara langsung,” ujarnya.

Sherly juga berharap dengan adanya kampanye ini, dapat menyadarkan anak-anak di zaman sekarang untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar mereka, terlepas dari majunya teknologi.(red/rum/ipg)

Berita Terkait