Rabu, 17 Agustus 2022

Sungai Kalidami Tertutup Busa, DLH Surabaya Menduga Karena Limbah Rumah Tangga

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Permukaan Sungai Kalidami Surabaya, tertutup busa putih pada Selasa pagi (2/8/2022). Foto: Andreas via WhatsApp Suara Surabaya

Andreas (33), pendengar Suara Surabaya melaporkan permukaan Sungai Kalidami, Surabaya, tertutup busa putih pada Selasa pagi (2/8/2022).

“Heran, sungai di sisi kanan dan kiri jembatan penuh busa,” ucapnya kepada Radio Suara Surabaya.

Dia juga mengunggah foto kondisi permukaan sungai dekat Rumah Pompa Kalidami dan Boezem Kejawan Putih itu ke Instagram dan menandai akun @suarasurabayamedia. Foto itu dia ambil pada pukul 08.00 WIB tersebut.

Tak lama kemudian, Ali Ghafur (25), pengantar makanan yang sering melewati kawasan tersebut melaporkan, limbah yang berada di sungai itu sebenarnya sudah ada sejak lama.

“Biasanya pagi dan sore hari. Kadang busanya sampai terbang ke atas jembatan pas anginnya kencang,” ujarnya.

Permukaan Sungai Kalidami Surabaya, tertutup busa putih pada Selasa pagi (2/8/2022). Foto: Andreas via WhatsApp Suara Surabaya

Menanggapi laporan warga tersebut, Agus Hebi Djuniantoro Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya menyebutkan busa tersebut diduga terbentuk dari limbah rumah tangga karena tidak ada pabrik di sekitar sungai tersebut.

“Saat ini musim kering, artinya hujan sudah jarang. Pengenceran di sungai menjadi berkurang. Sedangkan, di sisi lain limbah rumah tangga selain kakus banyak. Terutama untuk buangan minyak goreng, hasil pencucian atau laundry, dan limbah rumah tangga yang lain masuk ke sungai,” kata dia.

Tidak adanya instalasi limbah rumah tangga secara komunal, menurutnya, juga meningkatkan konsentrasi limbah di sungai.

“Pada saat ada turbulensi pompa di jam-jam tertentu, air di sungai itu seperti diaduk, sehingga menimbulkan buih atau busa. Sebenarnya busa itu kan dari minyak dan lemak,” ujar Agus.

Selanjutnya, Agus Hebi mengatakan akan meneliti kandungan kimia apa saja yang ada di sungai tersebut. Sekaligus, akan melakukan koordinasi dengan pihak provinsi untuk penanganannya.(arp/iss/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
27o
Kurs