Kamis, 7 Juli 2022

Surabaya Masuk Level 2, Eri Cahyadi Kumpulkan Camat dan Lurah

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Eri Cahyadi Kumpulkan Lurah dan Camat menyampaikan soal situasi PPKM Level 2, di Gedung Sawunggaling, Selasa(8/2/2022). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Surabaya naik level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dari sebelumnya lebel 1 menjadi level 2 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri terbaru tertanggal 7 Februari 2022.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya Segera mengumpulkan semua camat dan lurah di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya, Selas (8/2/2022). Dia ingatkan, jangan sampai Surabaya naik lagi ke level 3.

“Sekarang jumlah esensial 50 persen. Yang esensial boleh 75 persen. Yang penting adalah warkop, tempat makan, cafe itu sekarang waktunya sampai jam sembilan malam, dengan kapasitas 75 persen. Tapi kalau dia jam 6 sore bukanya, sampai jam 12 malam, maka kapasitas 50 persen. Bioskop juga aturan beda,” jelas Eri Cahyadi.

Eri meminta camat dan lurah mengawal aturan itu secara ketat supaya Surabaya tidak sampai naik ke level 3. Karena kalau hal itu terjadi, perekonomian di Kota Pahlawan kembali berhenti.

“Saya berharap warga Surabaya harus berhati-hati. Protokol kesehatan dijalankan dan 5M nya harus dijaga,” ujarnya.

Dia juga meminta warga Surabaya berani mengingatkan warga lain yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Sementara Pemkot Surabaya akan memasifkan testing, tracing, dan treatment.

“Yang paling penting saya berharap warga Surabaya yang positif ringan jangan dirawat di rumah sakit karena berpengaruh terhadap level. Kasihan saudara-saudara kita yang jualan di embong, sing sugih rapopo tapi kehidupan yang di bawah akan sulit, jadi yang ringan harus isolasi di hotel. Atau di Hotel Asrama Haji juga bisa,” ujarnya.

Demikian juga bila ada warga yang memilih isolasi mandiri, kata Eri, tidak masalah. Asalkan warga yang lain menjaga sehingga tidak boleh keluar dari rumah, atau bisa juga isoter agar keluarga yang lain tidak tertular.

“Jadi siapkan alternatif. Yang terakhir saya bilang ke lurah dan camat, kalau ada warganya tidak mau pindah ke isoter, bisa isolasi mandiri, bisa di hotel bayar sendiri. Jadi pendekatannya dengan hati, jangan dengan kekuasaan, bilang kudu (harus, red) pindah,” ujarnya.

Di pertemuan dengan camat dan lurah ini, Eri juga mengingatkan para Lurah dan Camat harus paham delapan indikator penetapan PPKM.

“Bayangkan kalau lurah dan camat tidak tahu indikatornya apa saja dan tidak paham dengan indikatornya. Ini yang saya kuatkan kepada lurah, camat, dan Kepala OPD. Harapannya Surabaya segera ke level 1,” ujarnya.(man/den)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
30o
Kurs