Rabu, 10 Agustus 2022

Terinspirasi Pengobatan di Tengah Pandemi, Mahasiswa Elektromedik Inovasi Buat Alat Medis

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Presentasi tim alat "Smartphone Vital Sign Monitoring" di depan juri, Jumat (24/6/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Pelayanan kesehatan merupakan garda terdepan saat masa pandemi Covid-19. Berbagai pengalaman kesulitan pelayanan menjadi alasan mahasiswa elektromedik di Indonesia membuat beragam alat medis inovatif.

Tiga kategori alat medis yang dikompetisikan dalam Pekan Elektromedik Nasional (PENA) 2022, yaitu Biomedical Signal, IT Health Care, dan Life Support.

Karya “Smartphone Vital Sign Monitoring” yang dibuat oleh tiga mahasiswa semester 4 Jurusan Teknologi Elektromedik Poltekkes Kemenkes Surabaya misalnya, untuk menampilkan data kesehatan berupa sinyal Electrocardiogram (ECG) dan Saturasi Oksigen Darah (SpO2), serta dapat dikaitkan dengan pemanfaatan smartphone yang selama ini belum pernah ada.

“Penting untuk memonitoring kadar darah dalam O2 selama Covid-19 kemarin secara continue,” ujar Alfian Pramudita, Dosen S1 Teknik Biomedis Unair, salah satu juri PENA 2022.

Selain itu inovasi jenis IT Health Care “Eksoskeleton”, alat untuk rehabilitasi pasien stroke yang bisa menggerakkan sendi-sendi hanya dengan perintah suara melalui microphone kemudian alat akan bergerak sendiri.

“Selama ini di rumah sakit belum ada alat yang sampai bisa menggerakkan anggota tubuh. Alat yang kita buat ini bisa dipakai di rumah dengan perintah suara jadi tinggal ngomong nanti akan gerak sendiri, tapi harus kondisi suara tenang dan sepi,” ujar Aurelia, salah satu peserta PENA 2022 mewakili timnya.

Sementara inovasi jenis life support “Alat Pengatur Infus Otomatis Dilengkapi Deteksi Gelembung Udara” juga dibuat untuk membantu para tenaga kesehatan di rumah sakit untuk bisa menghitung jumlah tetesan yang diperlukan pasien secara otomatis.

“Kita tambahkan sensor deteksi gelembung udara juga. Karena banyak kejadian meninggalnya pasien karena gelembung udara yang bisa menyebabkan gagal jantung dan stroke,” kata Yunita salah satu peserta PENA 2022 menjelaskan alat milik timnya.

Adanya gelaran ini, menurut Kabib Abdullah Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana RSUD Tulungagung menjadi awal mula menuju kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri.

“Trennya sekarang, cara membawa pelayanan RS ke rumah apalagi dengan Covid-19 kemarin. Teman-teman ini berusaha membuat alat medis tidak lagi awam bagi masyarakat. Selain terjangkau juga mudah dioperasikan,” kata Kabib, saat menjuri alat elektromedik jenis Biomedical Signal.(lta/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Rabu, 10 Agustus 2022
25o
Kurs