Minggu, 22 Mei 2022

Tiga Balita di Surabaya Terpapar Omicron, Ini Tanda dan Gejalanya

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Getty Images

Kasus Omicron di Jawa Timur terus bertambah. Berdasarkan catatan Dinkes Provinsi Jatim, terdapat  delapan kasus Omicron. Lima orang berasal dari Surabaya dan  tiga di antaranya merupakan balita. Ketiga balita itu masing-masing TGO (4 tahun) laki-laki, AR (4) laki-laki, dan QIZ (2) perempuan.

dr Sjamsul Arief MARS SpA(K) Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim,mengungkapkan, gejala balita yang terpapar Omicron relatif lebih ringan yakni seperti flu biasa.

Meski bergejala ringan, namun Sjamsul mengingatkan untuk tidak meremehkan varian Omicron. Pasalnya, sembilan negara bagian di Amerika Serikat (AS) telah melaporkan peningkatan jumlah rawat inap anak yang terinfeksi Covid-19.

Demikian halnya studi terbaru di Inggris yang menunjukkan ada peningkatan proporsi anak kecil yang dirawat di rumah sakit dalam satu bulan terakhir.

“Di Surabaya memang belum ada balita yang sampai dirawat di Rumah Sakit karena Omicron, karena memang gejalanya yang ringan seperti flu biasa. Tapi penularan Omicron ini sangat cepat, dan itu bisa membahayakan sistem pelayanan fasilitas kesehatan,” kata Sjamsul Selasa (18/1/2022)

Untuk itu, Sjamsul mengingatkan agar tak sering-sering mengajak anak ke area publik, seperti mengunjungi taman ataupun pusat perbelanjaan.

“Jangan bawa anak-anak ke area publik. Tahan dulu keinginan ajak anak untuk jalan-jalan,” ingatnya.

Meski anak rentan terpapar Omicron, namun Sjamsul menegaskan anak tak perlu menjalani tes Covid-19 apabila mengalami gejala flu.

“Tidak perlu dilakukan tes COVID-19. Dilakukan penanganan sebagaimana mestinya saja saat anak demam, misalnya minum Paracetamol. Tapi harus tetap diingat protokol kesehatan, itu yang penting,” tegasnya. (man/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 22 Mei 2022
26o
Kurs