Rabu, 1 Februari 2023

Virtus Showcase Kembali Digelar, Tekankan Keamanan Siber Perusahaan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Suasana acara Virtus Showcase yang kembali digelar di Surabaya, pada Rabu (9/11/2022). Foto Risky suarasurabaya.net

Virtus Showcase kembali digelar di Surabaya dengan tema ‘Protect Everything, Everyone, Everywhere with Comprehensive Security’ setelah dua tahun tidak diadakan karena pandemi.

Erwin Kuncoro Presiden Direktur Virtus Technology Indonesia, mengatakan bahwa acara itu diadakan untuk membahas isu keamanan siber. Mengingat akhir-akhir ini banyak kasus pembukaan data pribadi pelanggan sejumlah perusahaan.

“Serangan siber kembali menyita perhatian kita, para pelaku semakin canggih dan ancaman bagi para pelaku bisnis terus berkembang. Selain Infrastruktur IT dan digital yang menjadi target utama, email phising sebagai contohnya kita juga banyak dilakukan para hacker untuk melumpuhkan seluruh perusahaan,” ucapnya pada Rabu (9/11/2022).

Ia mengatakan, melalui acara Virtus Showcase akan memberi pengetahuan kepada semua pelaku bisnis di Surabaya terkait pentingnya membangun kesadaran, yakni dengan menerapkan praktik teknologi terbaik atau mencegah dan memerangi serangan dunia siber.

Sementara itu, Ardi Sutedja Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), yang hadir juga dalam acara itu, memaparkan lanskap keamanan siber di Indonesia saat ini dan ke depannya, yakni tentang strategi yang tepat untuk perusahaan di Indonesia demi meningkatkan data.

“Keamanan siber Indonesia sebenarnya tidak berbeda jauh dibandingkan negara lain, tetapi persoalan mendasar yang serius adalah kelangkaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih dan tersertifikasi secara proper, di mana kesenjangan SDM kita dibandingkan dengan negara-negara lainnya sangat jauh,” ungkapnya.

Menurutnya, keamanan data adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa digelarnya acara tersebut adalah untuk mengetahui dan menangani masalah tersebut.

Ia menambahkan, langkah-langkah yang harus diperhatikan yakni memahami percepatan perkembangan digital dan harus diimbangi dengan kemampuan dan kualitas SDM.

“Yang tidak kalah penting juga harus ada ketersediaan anggaran untuk membangun semua itu. Perlu diingat juga dalam manajemen keamanan siber ada tiga hal yang harus kita bangun dan perhatikan yaitu people, process, dan technology,” pungkasnya.(ris/rum/ipg)

Berita Terkait