Rabu, 17 Juli 2024

90 Persen Pengguna Solar Subsidi di Jatim Sudah Terdaftar untuk Transaksi QR Code

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Taufiq Kurniawan Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus (kanan) saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Rabu (24/5/2023). Foto: Dhanty suarasurabaya.net

PT Pertamina Patra Niaga mulai melaksanakan penerapan transaksi BBM berbasis QR Code pada 25 Mei 2023 besok, khusus untuk pembelian solar bersubsidi.

Terkait hal ini, Taufiq Kurniawan Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengatakan, di Jawa Timur sudah ada diatas 90 persen, dari sekitar dua juta kendaraan pengguna BBM Solar Subsidi yang telah didaftarkan ke subsiditepat.mypertamina.id.

“Mulai 25 Mei besok, sudah diterapkan pembelian solar yang dilayani hanya yang sudah terdaftar dan pakai QR Code. Sementara khusus di Kota Surabaya yang mendaftar masih di angka 83 persen, karena populasi kendaraannya bisa 1/3 sendiri dari total di seluruh Jawa Timur. Sehingga kita mensosialisasikan kembali,” jelasnya saat dikonfirmasi suarasurabaya.net, Rabu (24/5/2023).

Bagi yang belum, Taufiq mengingatkan masyarakat agar segera mendaftarkan kendaraannya secara mandiri melalui subsiditepat.mypertamina.id. maupun langsung datang ke SPBU terdekat. Nantinya, petugas akan membantu proses pendaftaran tersebut.

“Kita confidence (percaya diri) besok bisa terlaksana lancar, karena yang memiliki QR Code ini sudah diatas 90 persen di Jawa Timur, dan sehari-hari kendaraan tersebut sudah bertransaksi dengan QR Code untuk membeli solar,” tuturnya.

Dia menjelaskan berdasarkan Surat Keputusan BPH Migas No.04/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2020 ada perbedaan maksimal pembelian BBM solar bersubsidi untuk tiap kendaraan menggunakan QR Code.

Untuk kendaraan pribadi roda empat maksimal 60 liter per hari, roda empat umum dan barang maksimal 80 liter per hari dan kendaraan umum dan barang roda enam lebih maksimal 200 liter perhari.

“Analoginya biasanya satu liter bio solar bisa menempuh empat kilometer per hari, jadi cukup untuk satu hari. Untuk besok kuotanya kembali ke nol (batas pembelian), karena aturannya ini per hari,” bebernya.

Taufiq juga menjelaskan, sejauh ini pembelian wajib dengan QR Code baru untuk BBM solar bersubsidi saja dan belum untuk jenis BBM lain. Alasannya, sejauh ini penyalahgunaan paling banyak ditemui pada BBM solar yang disubsidi full oleh pemerintah.

“Salah satunya penyalahgunaan oleh industri yang tidak berhak, dan masih banyak penyalahgunaan lainnya. Ini diharapkan bisa menjawab keresahan masyarakat juga,” pungkasnya. (bil/faz)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 17 Juli 2024
27o
Kurs