Rabu, 24 Juli 2024

Indonesia Turunkan Emisi dengan Kurangi Bahan Perusak Ozon

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi emisi karbon. Foto: The Guardian

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca pada tahun depan menjadi semakin besar, usai adanya pelarangan dan pengurangan bahan perusak ozon.

“Tahun 2024, kita punya pengurangan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih besar dengan tambahannya mengurangi bahan perusak ozon atau konsumsi bahan perusak ozon,” kata Laksmi Dhewanthi Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Kamis (28/12/2023) dilansir Antara.

Pemerintah menargetkan pembatasan penggunaan bahan perusak ozon berupa Hydrofluorocarbon (HFC) untuk membantu mengurangi dampak pemanasan global, dan melindungi lapisan ozon mulai 1 Januari 2024 mendatang. Kebijakan itu dilakukan secara bertahap pada semua industri dalam negeri yang menggunakan senyawa HFC.

Laksmi mengatakan, Indonesia sedang menyusun dokumen terbaru Nationally Determined Contribution (NDC) kedua yang mengatur bahan perusak ozon melalui amandemen Protokol Montreal Kigali.

Sementara pada awal 2023, pemerintah telah meratifikasi protokol. Pada akhir tahun, pemerintah mulai melakukan pelarangan serta pengurangan konsumsi bahan perusak ozon.

“Saat kita mengurangi konsumsi bahan perusak ozon, maka otomatis kita akan mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Perlu diketahui, lapisan ozon merupakan lapisan atmosfer yang terletak pada ketinggian 20 hingga 35 kilometer di atas permukaan bumi yang mampu menyerap 97 sampai 99 persen sinar ultraviolet matahari, yang berpotensi merusak kehidupan yang terpapar di permukaan bumi.

Berbagai perlindungan lapisan ozon telah mengurangi terjadinya dampak radiasi sinar ultraviolet B terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya serta lingkungan hidup. (ant/feb/bil/ham)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
28o
Kurs