Minggu, 21 April 2024

Joe Biden Presiden AS Sahkan Paket Pertahanan untuk Bantu Militer Taiwan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Joe Biden Presiden Amerika Serikat telah meneken UU paket kebijakan pertahanan yang mencakup langkah untuk membantu militer Taiwan. Foto: Reuters

Joe Biden Presiden Amerika Serikat (AS) meneken UU paket kebijakan pertahanan 886 miliar Dolar AS (Rp13,7 kuadriliun) mencakup langkah untuk menangkal aktivitas militer China di wilayah Indo-Pasifik dan membantu militer Taiwan.

Dilansir dari Antara pada Minggu (24/12/2024), Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk tahun fiskal hingga September 2024, mencakup 14,7 miliar Dolar AS (Rp 227,5 triliun) untuk Inisiatif Pencegahan Pasifik.

Ini merupakan bagian dari upaya AS untuk meningkatkan kemampuan militer melalui latihan dengan sekutu dan negara mitra di kawasan.

Meskipun menyebutkan perlunya program pelatihan komprehensif dan peningkatan kapasitas bagi militer Taiwan, undang-undang tersebut mensyaratkan kerja sama AS dalam upaya Taiwan untuk memperkuat aktivitas keamanan siber militer.

Kebijakan itu juga memberikan lampu hijau bagi rencana penjualan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia di bawah kemitraan trilateral yang disebut AUKUS yang juga melibatkan Inggris.

Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan bahwa tindakan itu memberikan otoritas penting yang kita perlukan untuk membangun militer yang dibutuhkan dalam mencegah konflik di masa depan. Sambil mendukung anggota militer dan pasangan serta keluarga mereka yang menjalankan misi tersebut setiap hari.

RUU tersebut masing-masing disetujui oleh Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, pekan lalu.

Sementara itu, untuk terus membantu Ukraina memukul mundur Rusia yang berperang sejak Februari 2022, UU tersebut memungkinkan AS memperpanjang programnya saat ini untuk pembelian senjata dan peralatan dari industri pertahanan hingga akhir 2026.

Selain itu, UU tersebut menyetujui kenaikan gaji sebesar 5,2 persen untuk anggota militer dan pekerja sipil.

Sebelumnya pada awal tahun 2023, AS dan China melaporkan insiden jarak dekat antara pesawat militer dan kapal mereka di Laut Cina Selatan. (ant/and/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Minggu, 21 April 2024
29o
Kurs