Senin, 15 April 2024

Jokowi Presiden Sebut Banyaknya Pengungsi Rohingya Masuk Aceh karena Jaringan TPPO

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Pengungsi rohingya menaiki perahu usai melintasi perbatasan Myanmar-Bangladesh di Teknaf, Cox Bazar, Bangladesh, Jumat (29/9/2017). Foto: Antara

Joko Widodo Presiden RI angkat bicara terkait banyaknya jumlah kelompok etnis Rohingya yang mengungsi dari Myanmar ke wilayah Indonesia.

Dalam keterangan pers, sore hari ini, Jumat (8/12/2023), di Istana Merdeka, Jakarta, Kepala Negara menyatakan mendapat laporan banyaknya pengungsi Rohingya yang berupaya masuk lewat Provinsi Aceh.

Menurutnya, ada indikasi keterlibatan jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga mengakibatkan derasnya arus pengungsian Etnis Rohingya.

Maka dari itu, Presiden menyatakan Pemerintah Indonesia akan menindak tegas pelaku TPPO.

“Terdapat dugaan kuat ada keterlibatan jaringan TPPO dalam arus pengungsian ini. Pemerintah Indonesia akan menindak tegas pelaku TPPO,” ujarnya.

Sedangkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi, untuk sementara akan diberikan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat lokal.

Jokowi menambahkan, Pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan organisasi internasional yang fokus menangani masalah pengungsi.

Seperti diketahui, ribuan orang Etnis Rohingya merapat di sejumlah pantai Provinsi Aceh sejak pertengahan November 2023.

Hal itu memicu perdebatan di antara warga Indonesia. Banyak Warga Aceh menolak kedatangan pengungsi Rohingya lantaran kerap membuat masalah.

Mulai dari kabur meninggalkan tempat penampungan hingga mengeluh waktu menerima makanan bantuan dari warga setempat.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Senin, 15 April 2024
30o
Kurs