Kamis, 29 Februari 2024

Kemenkes Siagakan 119 PSC untuk Tangani Warga Terdampak Gempa di DIY

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Warga memasang seng untuk menutupi dinding yang roboh akibat gempa bumi di Sanden, Bantul, D.I Yogyakarta, Sabtu (1/7/2023). Foto: Antara

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan 119 Public Safety Center (PSC) untuk menangani warga yang terdampak gempa di Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Siti Nadia Tarmizi Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik mengatakan Kemenkes dan Dinas Kesehatan setempat menyiagakan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan terdekat dengan wilayah gempa, Sabtu (1/7/2023).

“Berdasarkan korban luka pukul 23.00 WIB, Jumat (30/6/2023) di Kabupaten Bantul ada empat orang, di Kabupaten Gunung Kidul dua orang, Kabupaten Sleman sebanyak dua orang, dan satu orang meninggal karena kaget dan terjatuh dari tempat tidur saat gempa,” kata Nadia.

Nadia mengatakan, sampai saat ini semua korban telah di tangani dan jumlah obat serta sarana alat kesehatan lainnya masih mencukupi.

“Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Emergency Medical Team (EMT) sudah siap diterjunkan ke lokasi gempa bila sewaktu waktu dibutuhkan. Adapun Posko PSC yang dapat dihubungi di 119 DIY, Telp 119/ (0274) 2924233 dan Whatsapp 08112837505,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG, bahwa gempa dirasakan dengan magnitudo 6.4, berpusat di Laut 68 km Barat Daya Bantul. Dampak dari gempa tersebut antara lain di Kabupaten Bantul sebagian genting rumah warga merosot di Kecamatan Imogiri, Daerah Bibis Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan ada dua rumah terdampak tembok roboh, Pol Damri Ringroad Timur, tembok roboh, dilansir Antara.

Sementara di Kabupaten Kulon Progo kerusakan terjadi di RS Rizki Amalia Lendah, yakni keramik tembok mengelupas, tidak ada korban, pasien aman.

Di Kabupaten Gunung Kidul, terdapat kerusakan sebagian bangunan berupa genteng jatuh, tembok retak di Wonosari, Pasar Argosari, Pancarejo, Girisubo, Candirejo, Dinas Pendidikan GK, Ngasem, Nglipar, Tanjungsari.

Total dampak terdapat di 17 titik, jenis terdampak, antara lain rumah rusak (15 unit), fasilitas pemerintah (satu titik), fasilitas kesehatan (satu titik) dan fasilitas pendidikan (dua titik)

Selain itu terjadi juga gempa susulan hingga pukul 20.40 WIB. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya lima gempa bumi susulan dengan magnitudo 4,5.

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Dan juga memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. (ant/fra/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Kamis, 29 Februari 2024
31o
Kurs