Rabu, 28 Februari 2024

Khofifah Dorong Pemaksimalan Potensi Desa Devisa Lewat Gelaran Kampoeng Kreasi 2023

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menghadiri Kampoeng Kreasi, Kamis (1/6/2023). Foto: Humas Pemprov Jatim.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mendorong pemaksimalan potensi Desa Devisa di Jatim lewat berbagai cara. Salah satunya melalui pendampingan, pelatihan serta pameran Kampoeng Kreasi yang ke empat kali ini digelar pada 1-4 Juni 2023 di Center Point, Lt. Ground Royal Plaza, Surabaya.

Acara bertajuk “Desa Berdaya Masyarakat Sejahtera” ini menghadirkan berbagai produk kegiatan ekonomi masyarakat baik UMKM, BUMDES, Pondok Pesantren dan kelompok usaha lainnya.

Khofifah menjelaskan, memaksimalkan potensi Desa Devisa penting dan harus terus dilakukan. Sebab sebagai provinsi dengan Desa Devisa terbanyak di Indonesia, perekonomian Jawa Timur harus dikuatkan oleh perdagangan luar negeri khususnya para pelaku usaha mulai di desa hingga dunia usaha dan dunia industri .

“Ini akan menjadi pendorong tumbuh dan berkembangnya Desa Devisa di Jatim. Maka Pameran Kampoeng Kreasi yang sudah mempunyai produk khas ini saya harapkan menjadi embrio baru bagi pengembangan desa devisa,” ujarnya saat membuka The 4th Kampoeng Kreasi Pameran Kreativitas dan Inovasi Desa di Royal Plaza Surabaya, Kamis (1/6/2023).

Khofifah berharap, upaya memaksimalkan Desa Devisa bisa dilakukan melalui program serupa dengan inovasi, kreativitas dan sinergitas berbagai pihak. Sinergitas ini khususnya dapat dilakukan untuk membuka akses program Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

“Lewat LPEI ini kita bisa mendapatkan berbagai aksesibilitas dan pendampingan sesuai kualifikasi agar Desa devisa bisa tumbuh dan berkembang. Kualifikasi ini yang pertama, produknya original dari desa yang bersangkutan. Kedua, di desa itu harus ada asosiasi, entah koperasi atau kelompok usaha lainnya, dan ketiga sesuai standar ekspor,” jelasnya.

Khofifah optimis, masih banyak desa di Jatim yang dapat menjadi Desa Devisa. Mengingat, potensi desa dalam berbagai sektor dan produk sangat tinggi.

“Dari potensi kopi dan coklat saja kita sudah banyak. Prototipe lahan untuk kopi Madiun, Jember, Malang, Trenggalek, itu saja sudah beda-beda. Saya ingin menyampaikan untuk satu ikon ini saja kalau mau dikembangkan menjadi Desa Devisa itu potensinya luar biasa,” tuturnya.

Untuk itu, Khofifah meminta pendampingan penuh atas usaha-usaha yang dilakukan di desa-desa. Mulai dari pendampingan pasar, pendampingan pembiayaan, hingga pendampingan packaging.

“Terima kasih semuanya. Mudah-mudahan sinergitas di antara seluruh elemen strategis di Jawa Timur ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar dan perwujudan percepatan Desa Devisa,” tutupnya.(wld/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Rabu, 28 Februari 2024
27o
Kurs