Minggu, 16 Juni 2024

Kongres Forum Nasional Penjaga Hutan Indonesia Rencanakan Kerja Nyata untuk Lingkungan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ike Sulistiowati Direktur Eksekutif perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya. Foto: Athalia magang suarasurabaya.net Ike Sulistiowati Direktur Eksekutif perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya. Foto: Athalia magang suarasurabaya.net

Kongres Forum Nasional Penjaga Hutan Indonesia jadi serangkaian Konferensi dan Kongres Perempuan dan Pemuda Penjaga Hutan Indonesia, yang dilaksanakan pada 7-11 November 2023, di Hotel Premiere Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/11/2023).

Acara tersebut merupakan inisiasi Gender Focal Point (GFP) yang dipilih dari mitra lokal daerah dari 14 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tegah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Ike Sulistiowati Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya mengatakan, kongres tersebut diadakan untuk mengatasi masalah yang muncul di tingkat CSO.

GFP sendiri dipilih oleh perwakilan CSO yang berkomitmen untuk menerapkan kesetaraan gender di lembaga perusahaan.

“Tiap-tiap CSO ini kan punya dampingan, nih. Punya dampingan perempuan, punya dampingan generasi muda, anak muda gitu kan kaitannya adalah dengan menjaga hutan, mengelola lingkungan, supaya kemudian dia secara livelihood jadi lebih sejahtera,” ujar Ike pada suarasurabaya.net.

Melalui pertemuan tersebut dapat berbagi pengalaman, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, menemukan solusi-solusi di antara mitra lokal tersebut, dan meningkatkan kapasitas mereka dalam pengelolaan lingkungan dan kesetaraan gender.

Para peserta kongres yang menyorot isu lingkungan tersebut, berkumpul dalam forum untuk berdiskusi mengenai rencana untuk melakukan tindakan nyata. Salah satunya membuat studi kasus di area Taman Mangrove Gunung Anyar.

Kemudian mereka kampanyekan melalui media sosial dengan tujuan mendorong anak muda menjaga lingkungan dan ketahanan pangan lokal.

“Jadi kan sebenarnya kongres ini lebih ke menyamakan tujuan,” lanjutnya.

Ia juga berharap, setelah kongres selesai nantinya tidak menutup kemungkinan bahwa dari 14 provinsi akan bertambah sebanyak 38 provinsi, yang menular praktek baiknya ke daerah lainnya.

Untuk diketahui, forum hari ini (9/11/2023) akan menghasilkan presidium nasional, rencana pengembangan forum dan kelembagaan. Selain itu dapat membangun jejaring perempuan penjaga hutan indonesia, pemetaan isu dan masalah bersama yang dihadapi oleh perempuan penjaga hutan serta rencana advokasi, dan pengembangan usaha kelompok perempuan penjaga hutan (terkait modal, pasar, dan teknologi). (ath/bil/ham)

Berita Terkait

..
Surabaya
Minggu, 16 Juni 2024
31o
Kurs