Rabu, 29 Mei 2024

Mahasiswa Ubaya Peringati Bulan Kesadaran Kanker Payudara Lewat Karya Kupu-Kupu Kertas

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Mahasiswa Ubaya saat memperingati bulan kesadaran kanker payudara (breast cancer awareness month) di Ubaya, pada Rabu (18/10/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net

Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Surabaya (Ubaya), membuat ratusan karya seni berupa kupu-kupu kertas untuk memperingati bulan kesadaran kanker payudara (breast cancer awareness month) di Ubaya, pada Rabu (18/10/2023).

Sabrina Putri Anjani, mahasiswa Fakultas Psikologi yang berinisiatif menggelar peringatan tersebut mengatakan, upaya itu bentuk support dan motivasi kepada penderita kanker payudara agar semangat untuk sembuh.

“Ini terinspirasi dari Ibu saya yang juga seorang survivor atau pejuang kanker payudara. Operasi pengangkatan payudara membuat bentuk tubuhnya berubah. Hal ini mendorong saya untuk membuat karya yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pejuang kanker. Mereka bisa melalui ini semua dan perubahan yang ada tidak mengurangi harga diri mereka sebagai perempuan seutuhnya,” ucapnya.

Pesan itu ia sampaikan melalui karya kupu-kupu kertas yang ditempel di papan berukuran 5×4 meter. Karya yang dikolase membentuk sebuah pink ribbon simbol dari kanker payudara itu, melambangkan perjalanan penuh perjuangan hingga mencapai sesuatu yang lebih indah.

“Warnanya pink sama seperti peringatan hari kanker sedunia, dan ini juga karena warna pink itu seperti warna merah yang berani,” ujarnya.

Ia mengajak para mahasiswa, khususnya perempuan, untuk mencegah meningkatnya kanker payudara yang biasanya terjadi akibat tidak melakukan deteksi dini.

“Kita sebagai mahasiswa yang masih berusia muda harusnya tidak abai pada hal ini. Mumpung belum terlambat, ayo kita sama-sama aware untuk cek ke dokter dan mari dukung sesama perempuan agar penderita kanker payudara tidak semakin meningkat,” ujarnya.

Dalam berlangsungnya peringatan, BEM membagikan kerajinan kertas berbentuk wanita yang pada bagian tubuhnya terdapat tulisan early detection for protection sebagai bentuk kampanye, untuk peduli terhadap kanker payudara.

Sementara itu, Herry Wibowo dosen Fakultas Kedokteran (FK) Ubaya mengatakan, pemeriksaan terhadap kesehatan payudara sangat penting.

“Setiap wanita yang sudah menstruasi sebaiknya menyadari pemeriksaan payudara sendiri. Biasanya dilakukan tujuh hari setelah menstruasi. Itu cukup antara 6-10 menit melakukan cek meraba payudara, kanan dan kiri,” jelasnya.

Herry Wibowo dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Surabaya (Ubaya) saat berada di lokasi peringatan bulan kesadaran kanker payudara di Ubaya, Rabu (18/10/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net

“Pertama, lihatlah apakah ada benjolan apa tidak. Kedua, apakah ada keluar cairan di putingnya. Ketiga, apakah ada perbedaan warna kulit, seperti kulit keruh atau kemerahan di payudaranya,” sambungnya.

Ia mengatakan, peningkatan penderita kanker payudara tidak bisa diprediksikan. Penderita di Indonesia paling banyak di rentang usia produktif, yakni 20-40 tahun.

Untuk penyebabnya bisa hormonal, riwayat keluarga sebelumnya, atau gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok hingga minum alkohol.

“Maka dari itu sadari dan deteksi mandiri mulai dari sekarang. Lakukan juga pola hidup sehat, aktivitas olahraga, istirahat, makan yang bergizi. Itu harus berimbang,” pungkasnya. (ris/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Rabu, 29 Mei 2024
32o
Kurs