Kamis, 13 Juni 2024

Masih Ada Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang, ASDP Kembali Tambah Operasional Kapal

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kendaraan roda empat antre masuk ke kapal feri di Pelabuhan Ketapang. Foto: Antara

Antrean panjang masih terjadi di akses masuk Pelabuhan Penyebrangan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, hingga Rabu (5/7/2023) hari ini.

Syamsudin General Manager Pelabuhan ASDP Ketapang saat dikonfirmasi Radio Suara Surabaya, Rabu siang mengatakan, kondisi itu disebabkan momen libur sekolah dan arus balik pascalibur panjang momen Iduladha 1444 H.

“Jadi, faktor libur yang masih panjang, Iduladha, dan kenaikannya mencapai 360 persen khusus kendaraan pribadi saja. Artinya, memang butuh penanganan khusus,” ucapnya.

Dia mengaku sebelumnya sudah memprediksi adanya potensi lonjakan, meski tidak sampai di atas 300 persen. Untuk itu, pihaknya sudah menambah jumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan ASDP Ketapang menjadi total 33 kapal.

Pada Senin lalu, Syamsudin mengungkapkan pihaknya menambah 15 kapal operasional, karena antrean masuk pelabuhan mencapai 2,5 kilometer.

“Untuk mengurai kepadatan itu, kami juga sudah mengoperasikan 33 kapal baik untuk penumpang mau pun khusus yang dioperasikan untuk kendaraan berat,” bebernya.

Dia menambahkan, berdasarkan pantauan pihak pelabuhan, kondisi cuaca cukup baik. Sehingga, kapal-kapal tersebut bisa beroperasi secara maksimal.

Sementara untuk mengurai kepadatan lalu lintas menuju dan keluar pelabuhan, pihak pelabuhan juga sudah berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi yang menempatkan sejumlah petugas di beberapa titik.

Langkah tersebut diharapkan bisa mengurai kemacetan dalam waktu yang tidak terlalu lama, terutama untuk akses keluar masuk pelabuhan.

“Apalagi untuk kendaraan pribadi sebenarnya sudah berkurang, dan dominannya masih kendaraan logistik tujuan Bali. Tapi kami tetap siagakan untuk keamanan dan kenyamanan,” ucapnya.

Sedangkan untuk proses bongkar muat kendaraan logistik yang dilaporkan jadi penyebab kemacetan, Syamsudin bilang sudah dilakukan penanganan.

“Kami sampaikan juga untuk percepatan bongkar muat, kami sudah turunkan waktunya dari yang sebelumnya 12 menit turun jadi 10 menit. Jadi, mudah-mudahan bisa mempercepat penyeberangan ke Gilimanuk (Bali),” katanya.(bil/rid)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 13 Juni 2024
26o
Kurs