Jumat, 19 April 2024

MUI: RPH Pengaruhi Pertumbuhan Industri Makanan Halal di Jatim

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim waktu menghadiri Konsolidasi Organisasi untuk Penguatan Industri Halal di Hotel Bumi Surabaya, Minggu (9/4/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

KH. Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI Jatim) menyebut faktor tumbuhnya industri halal sangat dipengaruhi adanya Rumah Potong Hewan (RPH) halal.

RPH halal bakal menjadi hulu sebelum makanan hewani diolah menjadi suatu produk dan diedarkan ke pasar. Sehingga pemotongan hewan yang tepat dan halal, akan membantu suatu produk makanan bisa mendapat sertifikasi halal.

Untuk diketahui, merujuk pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 20214 yang diperkuat Peraturan Pemerintah No.39 tahun 2021 akan ada evaluasi pada 17 Oktober 2024, soal produk makanan minuman dan penyembelihan tak bersertifikat halal dilarang beredar di Indonesia.

“Tahun ini di Jawa Timur ada 135 RPH, yang sudah halal baru 55 RPH,” kata Hasan dalam kegiatan “Konsolidasi Organisasi untuk Penguatan Industri Halal” di Hotel Bumi Surabaya, Minggu (9/4/2023).

Oleh sebab itu, hambatan besar dalam merealisasikan PP Nomor 39 Tahun 2021 itu adalah minimnya RPH halal. Sehingga percepatan industri halal di Indonesia maupun Jatim sedang menghadapi tantangan tersendiri.

Meski demikian, Hasan mangakui kalau untuk membuat RPH halal tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab ada proses yang harus dipenuhi. Sepeti syarat fisik bangunan hingga adanya juru penyembelih halal.

“Menurut kami harus ada satgas RPH halal yang punya tugas untuk membentuk RPH halal di Jatim,” katanya.

Kata Hasan, MUI Jatim bakal berkomitmen melakukan pendampingan industri makanan halal ini hingga tahun 2024 mendatang, serta siap membantu program Pemprov Jatim dalam ekspor makanan ke luar negeri.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menegaskan bahwa tak ada kaitannya sebuah industri halal dengan mayoritas agama penduduk di suatu negara.

Khofifah menyebut bahwa negara dengan industri halal di sektor makanan dan minuman yang menguasai dunia justru Negara Thailand. Menurutnya, adanya indusrti halal ini berpotensi mendorong perekonomian nasional dan provinsi.

“Saya pernah bertemu tiga importir dari Saudi Arabia, mereka berharap sekali bahwa akan ada supply ayam potong dari Jatim. Kita punya ayam potong yang luar biasa,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Khofifah menargetkan ada 139 RPH halal sampi akhir tahun 2023 nanti. Menurutnya potensi pasar impor di luar negeri ini harus terkoneksi dengan RPH halal di Jatim. (wld/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Jumat, 19 April 2024
26o
Kurs