Minggu, 14 Juli 2024

Penarikan Alat Kesehatan KSH di Surabaya Disorot Legislator

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Anggota Komisi B DPRD Surabaya John Thamrun saat menggelar reses di Kota Surabaya, Kamis (2/2/2023) malam. Foto: Antara

Legislator menyoroti adanya penarikan alat kesehatan yang diberikan Kader Surabaya Hebat (KSH) untuk mengecek kesehatan di kalangan warga Kota Pahlawan, Jawa Timur.

Dilansir dari Antara, John Thamrun Anggota Komisi B DPRD Surabaya di Surabaya, Jumat (3/2/2023), mengatakan, pihaknya mendapatkan berbagai aspirasi masyarakat di antaranya soal alat kesehatan KSH yang sempat ditarik oleh pemerintah kota setempat, sistem zonasi sekolah dan penambahan gedung sekolah SMP.

“Aspirasi masyarakat sekarang ini yang perlu diperhatikan adalah kesehatan,” ujar John.

Menurut dia, ada beberapa hal dari hasil jaring aspirasi masyarakat di beberapa titik yang dirasa perlu mendapatkan perhatian dari Pemkot Surabaya terutama alat kesehatan untuk KSH.

Jhon mengatakan, KSH memang bukan seorang perawat yang dianggap tidak mempunyai keahlian kesehatan. Namun, untuk mengecek tekanan darah tinggi, tensi darah, alat cek darah untuk glukosa, kencing manis, asam urat maupun kolesterol, tidak perlu membutuhkan keahlian khusus.

Hal ini dikarenakan alat kesehatan tersebut dijual secara umum, sehingga tidak melanggar undang undang kesehatan. Terlebih lagi, lanjut dia, para KSH juga sudah lama berkiprah di masyarakat dan tentunya sudah memahami cara menggunakan alat kesehatan itu.

Jika alat kesehatan KSH ditarik dan tidak dikembalikan atau tidak difungsikan lagi, lanjut dia, tentunya yang dirugikan itu masyarakat.

“Alat itu untuk mengetahui lebih awal pengecekan pemeriksaan rutin kondisi kesehatan warga. Itu kan lebih cepat untuk mengantisipasi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini,” kata dia.

Oleh karena itu, jangan sampai menunggu masyarakat sakit dahulu kemudian baru diobati. Lebih baik mencegah dulu dengan melakukan pengecekan sejak awal, ujar dia.

John berharap agar alat kesehatan itu jangan sampai ditarik dan harus dikembalikan kepada KSH.  “Saya tidak mengetahui secara pasti  apakah ini kebijakan wali kota, kebijakan puskesmas atau kebijakan kepala dinas kesehatan?,” katanya.

Yang pasti, kata dia, alat kesehatan itu sangat berguna untuk memantau lebih awal kondisi kesehatan masyarakat kota Surabaya

“Itu yang saya konsentrasikan dalam reses kemarin mendapat keluhan soal itu (alat kesehatan),” kata dia.(ant/abd/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Minggu, 14 Juli 2024
23o
Kurs