Minggu, 25 Februari 2024

Pengembangan Wisata Sumenep Tak Bisa Lepas dari Isu Lingkungan hingga Sosial

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Suasana FGD Potensi Pariwisata Kabupaten Sumenep di Gedung Lantai 2 Suara Surabaya Media, Kamis (9/11/2023). Foto: Chandra suarasurabaya.net

Upaya mengembangkan pariwisata di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim) harus menghadapi berbagai tantangan. Keindahan alam di sana memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata.

Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep harus menyiapkan infrastuktur pendukung, hingga sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengelola pariwisata di Kota Keris itu.

Adapun berbagai peluang dan kendala pengembangan potensi wisata di Kabupaten Sumenep itu, dipaparkan melalui Forum Grup Discussion (FGD) yang diikuti sejumlah perhimpunan dari berbagai sektor dan organisasi, di Lantai 2 Suara Surabaya Center, Kamis (9/11/2023).

Ijad Kepala Bidang 7 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surabaya menyatakan, untuk mulai mengembangkan pariwisata, pemkab harus serius meningkatkan literasi enviromental, social, and governance (ESG).

“Untuk membantu investor berinvestasi dengan bijak, itu standart frameworknya ESG. Harapannya agara investasi ini bisa berkelanjutan, yang kaitannya sama isu enviromental, social, and governance,” kata Ijad.

Menurutnya isu lingkungan di Pulau Madura terbilang belum tereksploitasi. Tapi dengan adanya wacana investasi dan pengembangan wisata di Madura khususnya Sumenep, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi ekslpoitasi di sektor alam.

Kemudian terkait faktor sosial seperti indeks kasus korupsi dan pembangunan SDM di Madura, menurut Ijad, hal inilah yang harus ditangani secara serius untuk mengembangkan pariwisata.

“Apabila ini bisa ditekel dengan serius, maka hambatan investasi di sektor sosial ini bisa diredam,” katanya.

Tata kelola pemerintahan atau isu governance juga berkaitan dengan indeks pembangunan SDM. Apabila struktur pemerintahan dikelola dengan SDM yang bagus, maka pembangunan di berbagai sektor, termasuk wisata bakal berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Samsul Arifin dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia atau Asosiasi Agen Tour & Travel Indonesia (ASITA) Surabaya menyebut, wisata pantai di Sumenep bisa menjadi opsi dan unggulan di Jawa Timur.

Namun, potensi wisata itu harus ditunjang dengan infrastuktur jalan yang bagus, untuk membantu aksebilitas wisatawan. Para peserta FGD juga kerap menyoroti jalanan utama di Madura yang sempit dan macet.

Selain itu, kata Arifin konektivitas antarwisata sebaiknya mulai diperhatikan, supaya menjadi guide wisatawan untuk berkunjung ke lokasi terbaik.

“Infrastuktur akan lebih bagus lagi kalau ada kapal pesiar pinisi dari Kota Surabaya ke Sumenep,” ujarnya. (wld/and/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
26o
Kurs