Sabtu, 24 Februari 2024

Penyintas Gempa Cianjur Sambut Bahagia Bantuan Huntara YDSF

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Senyum bahagia salah satu warga penyintas gempa Cianjur di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang saat menerima bantuan Hunian Sementara dari YDSF, Kamis (5/1/2023). Foto: Humas YDSF

Senyum bahagia nampak di wajah Ucu Susanti (32), warga RT 02 RW 07 Kampung Kedung Girang, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

Bagaimana tidak, selama satu bulan lebih pasca gempa mengguncang Cianjur 21 November 2022 lalu, ibu satu anak itu bersama keluarganya harus tidur di tenda darurat yang juga dihuni ratusan kepala keluarga lainnya sesama penyintas gempa.

Pada saat gempa terjadi, Ucu serta anaknya yang berusia satu tahun sempat terjebak reruntuhan, namun bisa diselamatkan dan mendapat perawatan lebih dari sepekan di rumah sakit.

Kemudian, pada Kamis (5/1/2023) hari ini, Ucu bersama 49 kepala keluarga lainnya menyambut gembira hunian sementara (Huntara), bantuan donatur  Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF).

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Jauhari Sani Direktur Pelaksana YDSF, kepada Indra Surya Permana Kepala Desa Sukamanah, di hadapan Camat Cugenang dan warga penerima.

Jauhari mengatakan, hunian sementara (Huntara) dibangun melalui hasil donasi para donatur YDSF, dengan ukuran 4×3 meter, berdinding bambu dan beratap terpal. Diharapkan bertahan tujuh hingga sembilan bulan ke depan.

“Program Huntara ini merupakan program berkelanjutan, di samping nanti selama recovery juga ada bantuan lainnya seperti perbaikan sekolah dan masjid. Satu kawasan Huntara ini kami namakan Kampung Harmoni YDSF,” ujarnya dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Kamis.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan relawan dan donatur YDSF mulai tanggap darurat hingga saat ini. Huntara ini sangat membantu warga kami untuk bangkit dari bencana ini,” kata Indra, Kades Sukamanah.

Menurut Indra, di Kampung Kedung Girang ada sekitar 139 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa yang rumahnya mengalami rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Selain itu, sebagian besar masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang tersebar di beberapa wilayah Desa Sukamanah.

Hingga saat inipun, kata Indra, banyak relawan masih melakukan pembersihan rumah-rumah yang rata dengan tanah.

Sementara itu, Komariah Camat Cugenang menuturkan meski bantuan stimulan dari pemerintah untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak belum cair sepenuhnya, bantuan Huntara dari YDSF itu sangat membantu warganya. Apalagi, saat ini kondisi hujan dan dan dingin di tenda pengungsian.

“Terima kasih Laznas YDSF atas kepedulian dan bantuannya selama ini. Doakan kami segera bangkit dari musibah ini,” ujarnya. (bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs