Minggu, 16 Juni 2024

Polisi Simulasi Pengamanan Sidang Kanjuruhan, Provokator Akan Ditangkap

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Simulasi pengamanan PN Surabaya saat sidang Kanjuruhan digelar, Jumat (13/1/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Ratusan personel kepolisian menggelar apel pengamanan sidang Kanjuruhan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat (13/1/2023). Skenario mengantisipasi provokator yang menyusup masuk turut disimulasikan.

Pantauan suarasurabaya.net, rangkaian apel personel kepolisian, simulasi, juga apel pegawai kantor Pengadilan Negeri Surabaya baru berakhir sekitar pukul 16.30 WIB sejak siang tadi.

AKBP Toni Kasmiri Kabag Ops Polrestabes Surabaya menyebut, selain menyiapkan 800 petugas dengan skema pengamanan tiga ring. Mulai halaman terluar gedung, halaman depan dan samping gedung, hingga dalam gedung dan ruang sidang Cakra, tempat sidang Kanjuruhan digelar, juga menyiagakan personel terhadap provokator yang menyusup.

“Skenario apabila ada provokator. Ring 1 itu ada 68 personel pakai pakaian preman,” kata Toni, Jumat (13/1/2023).

Simulasi pengamanan penyusup atau provokator yang masuk ke PN Surabaya, Jumat (13/1/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Pengunjung sidang Kanjuruhan juga harus terdaftar dahulu di absensi milik Pengadilan Negeri Surabaya. Jika sudah memperoleh ID card baru diperbolehkan masuk ruang sidang.

“Dari humas sudah ada absensi, pakai ID card, mana yang majelis hakim, pengacara, saksi, maupun jaksa,” paparnya.

Jika sampai ditemukan penyusup atau orang yang berupaya memprovokasi, akan langsung diamankan polisi.

“Yang jelas apabila terjadi akan kita amankan kita interogasi seperti apa. Biar tidak bentrok dan jadi korban di sini,” imbuhnya.

Selain melarang Aremania datang, polisi juga melarang Bonek melakukan sweeping kedatangan Arema. Sementara jumlah personel gabungan Polrestabes Surabaya, polres penyangga lainnya, juga Brimob dan Samapta Polda Jatim disiapkan hingga 3.600 personel. Namun yang disiagakan di PN Surabaya 800 petugas sambil melihat situasi.

“Belum dihadirkan TNI dulu, sementara. Tapi lihat dinamika kalau intelijen menyatakan perlu maka kita akan minta teman-teman TNI AD dan TNI AL. Kita siapkan (polisi) 1.800, atau bisa sampai 3.600 personel kalau rawan. Bonek juga tidak usah sweeping, tidak boleh karena berisiko tinggi,” pungkasnya. (lta/iss/faz)

Berita Terkait

..
Surabaya
Minggu, 16 Juni 2024
25o
Kurs