Jumat, 21 Juni 2024

Sekeluarga WNA Pakistan Mencuri di Toko Tomliwafa, Kuras Uang di Mesin Kasir

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Tiga anggota keluarga WNA asal Pakistan waktu dihadirkan dalam ungkap kasus pencurian di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (15/9/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net Tiga anggota keluarga WNA asal Pakistan waktu dihadirkan dalam ungkap kasus pencurian di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (15/9/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Aksi pencurian yang berlangsung di toko Deliwafa milik Tomlifawa seorang pengusaha di Surabaya pada Senin (20/2/2023) lalu itu akhirnya terungkap. Para pelakunya adalah satu keluarga Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan.

Dari toko milik kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini, mereka berhasil membawa kabur uang senilai Rp3,3 juta. Identitas para pelaku berinisial MT 21 tahun, MZ 18 tahun, MRJ 45 tahun dan RZ 50 tahun, ini ditangkap di Pulau Bali.

AKBP Mirzal Maulana Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, satu keluarga ini adalah komplotan. Mereka sudah melakukan pencurian toko di Jakarta, Tegal, Gresik, Surabaya dan Bali.

“Empat orang tersangka ini jaringan internasional, mereka masuk Indonesia melalui agen,” kata Mirzal waktu ungkap kasus di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (15/9/2023).

Mirzal menjelaskan modus yang dipakai para pelaku ini mencari sasaran toko sambil mengendarai mobil Xpander warna putih yang mereka sewa di Jakarta.

Setelah menemukan sasarannya, pelaku MT, MRJ dan MZ masuk ke dalam toko sedangkan pelaku RZ stand by di dalam mobil.
selanjutnya pelaku MT berpura-pura menukarkan mata uang asing menjadi rupiah.

Kemudian pelaku MRJ dan pelaku MZ suami-istri mengalihkan perhatian petugas kasir dengan cara mengajak bicara kasir memakai bahasa asing.

“Tujuannya supaya kasir kehilangan konsentrasi,” kata Mirzal.

Selanjutya tanpa sepengetahuan kasir, tangan pelaku MT dengan cepat langsung menguras uang yang ada di laci kasir. Mirzal menyebut, total kerugian yang ditaksir atas aksi kejahatan satu keluarga ini mencapi puluhan juta.

Sementara itu Rizky Yudhaikawira Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengatakan satu keluarga ini masuk ke Indonesia sejak 23 September 2022 melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang.

“Visa yang dipakai pelaku ini visa kunjungan. Mereka ini overs stay, tapi masih kami dalami lagi dokumennya,” kata Rizky.

Sedangkan waktu ditanya terkait agen yang bertanggungjawab memasukkan komplotan keluarga ini. Pihak kepolisian dan keimigrasian masih mendalaminya.

“Dari pihak imigrasi akan melakukan tindakan deportasi,” katanya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan, dalam Pasal 363 KUHP dan terancam hukuman 7 tahun penjara.(wld/ris/iss)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 21 Juni 2024
30o
Kurs