Sabtu, 24 Februari 2024

Tambahan Armada Water Bombing untuk Pemadaman Kebakaran Gunung Arjuno Terkendala

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Helikopter BNPB waktu mengambil air untuk melakukan water bombing atau pemadaman via udara. Foto: BPBD Jatim. Helikopter BNPB waktu mengambil air untuk melakukan water bombing atau pemadaman via udara. Foto: BPBD Jatim.

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno semakin meluas. Pada Selasa (6/9/2023) kemarin, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 3.910 hektare.

Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah berencana menambah armada helikopter supaya water bombing atau pemadaman lewat udara semakain gencar dilakukan.

Namun Heri Setyono Tenaga Ahli BNPB mengutarakan pihaknya masih melakukan identifikasi untuk mendatangkan armada helikopter ke Jawa Timur.

Sebab, sekitar 31 helikopter yang ada saat ini masih terfokus pada penanganan Karhutla di wilayah lain. Yaitu di Karhutla Kalimantan dan Sumatera.

“Karena itu, kita akan komunikasikan lagi dengan pihak Antares dalam upaya penambahan unit Helikopter di sini (Jatim),” kata Heri Setyono, di Posko Kaliandra, Kabupaten Pasuruan, Rabu (6/9/2023).

Sebagai upaya memadamkan Karhutla di kawasan Gunung Arjuno, Heri telah meminta Tim Water Bombing supaya megatur ulang kembali strategi.

Dia mengusulkan agar tim pemadam lebih memperhatikan arah angin dan memakai busa deterjen sebagai pemadaman bara api.

“Pergerakan angin itu sangat berpengaruh terhadap penyebaran api dan penambahan titik api. Untuk itu, informasi cuaca dari BMKG sangat dibutuhkan untuk menentukan strategi pemadaman,” tuturnya.

Gatot Soebroto Kepala Pelaksana BPBD Jatim menyebut kondisi angin yang cukup kencang di sekitaran area Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo membuat Karhutla kian meluas hingga ke wilayah Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto.

Titik api yang terbaca dalam Sipongi juga bertambah dari awalnya 7 titik, lalu meluas 50 titik dan Senin (4/9/2024) malam melonjak menjadi 156 titik.

“Kami juga mendukung usulan BNPB agar ada penambahan bantuan helikopter untuk kegiatan water bombing,” kata Gatot dalam rakor percepatan pemadaman Karhutla Gunung Arjuno.

Jumadi Kepala Dinas Kehutanan Jatim juga mengabarkan kalau sejumlah relawan telah melobatkan berbagai kelompok masyarakat untuk melalukan pemadaman via darat atau manual.

“Hari ini, sudah sekitar 339 orang yang berada di atas untuk melakukan pemadaman. Mereka berasal dari posko pemantauan Tretes, Lawang dan Mojokerto,” terangnya.(wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs