Rabu, 17 Juli 2024

Tujuh Bocah SD di Surabaya Gagalkan Aksi Seorang Penjambret HP

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Rekaman CCTV yang memperlihatkan korban sedang merebut HP nya dari pelaku. Foto: Istimewa

Sebuah CCTV di kawasan Jalan Dukuh Kupang Gang XVI, Surabaya merekam upaya perlawanan tujuh bocah SD berseragam Pramuka saat handphone (HP) milik salah satu temannya akan diambil seorang jambret inisial IS (49).

Dari rekaman CCTV yang beredar, terlihat sekumpulan bocah sedang duduk-duduk. Kemudian IS menghampiri mereka sambil membawa pisau dan langsung merampas HP milik korban DMW siswi kelas VI SD.

Namun, korban berupaya merebut HP nya kembali, dan diikuti oleh teman-temannya yang membantu memukul pelaku yang sedang berusaha kabur. Meski sempat terjatuh dan gagal mendapatkan HP, pelaku masih bisa kabur ke arah Barat.

Kebetulan dari dekat tempat kejadian perkara (TKP), ada anggota Babin serta Opsnal Polsek Dukuh Pakis. Polisi pun melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku.

Kompol Mohammad Irfan Kapolsek Dukuh Pakis mengatakan, peristiwa penjambretan itu terjadi pada Sabtu (21/1/2023) pekan kemarin. Modus yang dipakai pelaku adalah mengancam dengan menggunakan pisau.

Kata Irfan, pelaku pun sempat mengeluarkan pisaunya saat disudutkan. Sebab massa bertambah banyak saat dia akan diamankan, tapi IS akhirnya menyerah.

“Pelaku menakuti dengan pisau karena massa bertambah banyak kemudian pisau dibuang oleh pelaku dan berhasil diamankan,” kata Irfan, Sabtu (28/1/2023).

Polisi berpangkat melati satu itu juga mengimbau kepada para orangtua supaya mengawasi anak-anaknya. Termasuk untuk tidak diberi HP ketika di luar rumah, karena bisa memancing kejahatan.

Selain itu, Irfan juga mengapresiasi keberanian para anak-anak itu dalam menggagalkan aksi kejahatan. Bahkan saat pelaku membawa sajam, anak-anak itu tetap melawan.

Sementara tersangka IS saat diperiksa di Mapolsek mengaku baru sekali ini melakukan perampasan. Dia mencari sasaran dengan naik motor dan membawa pisau untuk mengancam.

Kata Irfan, IS terpaksa mencuri karena menunggak tagihan air tiga bulan, lalu meteran di rumahnya diancam ditarik, dan saat yang sama token listriknya habis.

“Saya tidak punya uang untuk bayar listrik dan air. Saya terpaksa melakukan ini,” katanya.(wld/abd/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 17 Juli 2024
27o
Kurs