Sabtu, 25 Mei 2024

Wali Kota Surabaya Sidak Pelayanan Balai RW, Tegur yang Kosong Tanpa Petugas

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sidak di Balai RW 10 Kelurahan Pacarkeling Kecamatan Tambaksari, Selasa (9/5/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menggelar inspeksi mendadak (sidak) pelayanan balai RW di beberapa wilayah, Selasa (9/5/2023).

Lokasi pertama sidak keliling itu menuju Balai RW 10 Kelurahan Pacarkeling Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya. Pantauan suarasurabaya.net, sekitar pukul 08.30 WIB Eri tiba di lokasi.

Di sana, meski belum ada masyarakat yang datang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk), tapi sudah ada lurah, camat, dan Kader Surabaya Hebat (KSH).

Eri, banyak mensosialisasikan soal kebijakan Aparatur Sipil Negara (ASN) tak harus wajib lagi ngantor, melainkan diminta turun ke balai RW maupun bertemu masyarakat.

Sementara lokasi berikutnya, Balai RW 11 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir, tidak ada ASN di lokasi.

“Nang di iki, kosong. Sik tak telepon lurahe (saya hubungi lurahnya),” katanya begitu datang.

Menurut Eri, pelayanan adminduk di balai RW oleh ASN dari kelurahan, kecamatan, maupun Dispendukcapil, harus selalu terisi oleh minimal satu penanggungjawab.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sidak ke Balai RW 11 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir, Selasa (8/5/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Evaluasi hari ini, belum bisa sepenuhnya kebijakan itu diterapkan. Ia memberi waktu perbaikan sebelum maksimal Januari 2024 akan di-launching kebijakan ASN tak wajib ngantor namun harus turun ke balai RW dan masyarakat.

“Yang tanggung jawab itu utuh, bukan lungguh tok ngurusin adminduk (duduk saja mengurus adminduk) habis itu selesai gak ada yang ngurus dia pulang. Ngantornya, kalau pegawai gak usah ke kantor. Ada yang tanya, kalau kita tidak ke kantor pelayanannya gak jelas, itu karena belum ngerti, mangkannya belum saya launching. Nanti Januari 2024. Sekarang saya kerjakan dulu. Biasanya kan launching dulu baru jalan,” bebernya.

Selain itu, ia minta ada target khusus tiap petugas yang bertanggungjawab di balai RW untuk penurunan angka stunting, kemiskinan, dan lainnya.

“Ditempel di dinding berapa angka yang masih ada lalu cari solusinya. Ini training, mangkannya saya sidak. Nanti kesehatan ya duduk-duduk di balai RW, dia harus tahu stunting gimana. Maka dia punya output dan outcome,” terangnya lagi.

Sementara, seluruh fasilitas di setiap balai RW yang belum baik ditargetkan mulai diperbaiki. (lta/ihz/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Sabtu, 25 Mei 2024
29o
Kurs