Selasa, 25 Juni 2024

Berkat Pendengar Radio SS, Pencuri Emas di Taman Sidoarjo Ditangkap di Jemur Andayani Surabaya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tangkap layar aksi maling pembobol rumah di Kedungturi, Taman, Sidoarjo yang terekam CCTV

Seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembobolan rumah di daerah Kedungturi, Taman, Sidoarjo pada Rabu (22/5/2024) siang, berhasil ditangkap pada Kamis (23/5/2024) malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Tertangkapnya pelaku tidak lepas dari peran besar pendengar Radio Suara Surabaya bernama Rahmad. Pria warga Sidoarjo ini secara tak sengaja berjumpa pelaku ketika singgah di sebuah warung kopi di Jalan Jemur Andayani.

“Saya ngopi di Jemur Andayani. Saya melihat di Instagram SS, ada pembobolan rumah. Lalu saya lihat ada orang yang mirip dengan pelaku berada di warung yang sama dengan saya,” kata Rahmad saat on air di Radio Suara Surabaya FM 100, Kamis malam.

Rahmad mengaku sempat ragu. Untuk mendapatkan kepastian, ia keluar warung. Pura-pula telepon. Momen inilah yang dimanfaatkan Rahmad untuk mengecek nopol motor milik pelaku.

“Ternyata sama, 99 persen sama. Akhirnya saya lapor ke Radio SS. Alhamdulillah ada tanggapan,” ungkapnya.

Setelah menerima laporan Rahmad sekitar pukul 19.03 WIB, tim gatekeeper Radio SS langsung berkoordinasi dengan kepolisian, dalam hal ini Polsek Taman.

Rahmad mengaku sempat panik. Khawatir gerak-geriknya dicurigai oleh pelaku, sehingga sang maling akhirnya kabur sebelum petugas datang.

Kegelisahannya sirna ketika Ipda Andri Tri Sasongko Kanit Reskrim Polsek Taman tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 WIB. “Polisi tiba sekitar pukul 20.15 WIB. Ketika ditangkap, pelaku tidak melawan,” cerita Rahmad.

Secara terpisah, Ipda Andri Tri Sasongko membenarkan bahwa pria yang ditangkap di Jemur Andayani adalah pelaku pembobolan rumah di daerah Kedungturi, Taman, Sidoarjo.

“Pelaku adalah warga Tambak Sumur, Waru. Saat kami tangkap, pelaku tidak melawan. Saya juga meminta bantuan Pak Rahmad untuk mengikat tangan pelaku,” ujar Andri ketika mengudara di Radio SS.

Andri mengaku belum bisa memastikan berapa kali pelaku melancarkan aksinya. “Namun untuk pencurian di Kedungturi, pelaku mengaku sudah menjualnya di wilayah Wonokromo. Tapi tak menutup kemungkinan hasil pencuriannya masih disimpan pelaku,” ujar Andri.

Sebelumnya, Erwin Tri Pambudi pendengar Radio Suara Surabaya melaporkan bahwa rumahnya disatroni maling pada Rabu siang sekitar pukul 11.18 WIB.

Ketika on air di Radio Suara Surabaya pada Kamis pukul 00.16 WIB, Erwin mengatakan bahwa pelaku berhasil membawa kabur perhiasan emas seberat 66 gram dengan kerugian sekitar Rp60 juta. (saf/ham)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version