Jumat, 19 April 2024

Hari Gizi Nasional, RSUD Dr. Soetomo Sebut Ada 5-10 Pasien Malnutrisi dengan Komorbid Setiap Bulan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Lomba menyiapkan makanan bergizi usia satu sampai dua tahun yang digelar RSUD Dr. Soetomo memeringati Hari Gizi Nasional, Kamis (25/1/2024). Foto: Meilita suarasurabaya.net Lomba menyiapkan makanan bergizi usia satu sampai dua tahun yang digelar RSUD Dr. Soetomo memeringati Hari Gizi Nasional, Kamis (25/1/2024). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Dalam rangka Hari Gizi Nasional [ada Kamis (25/1/2024), RSUD dr. Soetomo menyebut masih ada lima hingga sepuluh pasien yang dirawat karena malnutrisi dan disertai penyakit penyerta atau komorbid setiap bulannya.

Adhiyanti Asikin Kepala Instalasi Gizi RSUD Dr. Soetomo menyebut, malnutrisi atau menunjukkan gejala stunting yang dirawat selalu disertai penyakit penyerta. Biasanya, penyakit tersebut ditemukan di puskesmas dan ditangani dinas kesehatan untuk makanannya.

“Tapi kalau sudah menganggu metabolismenya, baru dirawat di sini. Jumlahnya saya kurang tahu persis. Tapi kami dengan teman-teman ahli gizi dan metabolisme anak itu kami rata-rata sebulan melaporkan ada 5-10 orang di Jawa Timur. Penyakit penyerta macam-macam. Ada yang kelainan ginjal, penyakit hati, macam-macam,” terangnya ditemui suarasurabaya.net, Kamis (25/1/2024).

RSUD Dr. Soetomo mengedukasi orang tua pasien soal pencegahan malnutrisi memeringati Hari Gizi Nasional, Kamis (25/1/2024). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Adhiyanti mengingatkan, pencegahan dini kekurangan gizi pada anak bisa dicegah sejak sebelum ibu hamil.

“Misal catin (calon pengantin) ini sudah tahu maka, saat dia hamil dia akan tahu bagaimana dia memperhatikan kondisi gizinya. Dan pada saat melahirkan nanti gizi anaknya baik. Kemudian saat Hari Pertama Kelahiran (HPK) 1.000 hari, semua kebutuhan anak terpenuhi,” paparnya.

Selanjutnya, saat usia bayi menginjak enam bulan, mulai diberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) dan langsung dikenalkan dengan menu protein hewani, untuk mempercepat tumbuh kembang.

“Dari pada dia tidak mendapatkan protein hewani. Itu diharapkan diberikan sampai usia dua tahun. Jadi di samping ASI, anak tetap diberikan makanan yang mengandung protein hewani, sehingga diharapkan stunting tidak terjadi. Selain itu diharapkan adanya edukasi kepada remaja dan ibu hamil. Karena stunting tidak terjadi begitu saja,” terangnya lagi.

Sebagai informasi, untuk memeringati Hari Gizi Nasional hari ini, RSUD Dr. Soetomo menggelar sosialisasi dan edukasi ke pasien malnutrisi.

“Lomba menyajikan menu anak usia satu sampai dua tahun. Lalu ada demo masak. Kita ada chef yang akan mengajarkan bagaimana membuat MPASI dengan bahan lokal. Kemudian kita juga mengadakan edukasi gizi tentang makanan seimbang, dan di poli rawat jalan anak kita juga berikan edukasi,” jelasnya.

Setiap orang tua, lanjutnya, harus tahu ciri-ciri anak tergolong stunting ketika tinggi badan, berat badan, dan umur, tidak sesuai.

“Disebut stunting itu bila berat badan, umur dibanding tinggi badan tidak sesuai. Atau umur dibanding berat badan tidak sesuai, itu disebut stunting,” tandasnya. (ita/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Jumat, 19 April 2024
26o
Kurs