Selasa, 16 Juli 2024

Jemaah Haji Diminta Perhatikan Larangan Saat Berihram Ketika Miqat

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Jemaah haji Indonesia saat Miqat di Bir Ali sebelum berangkat ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Foto: Antara/MCH 2024

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan kepada jemaah calon haji Indonesia untuk memperhatikan soal larangan saat berihram ketika akan mengambil Miqat di Bir Ali.

Habibur Rohman, Pembimbing Ibadah PPIH Arab Saudi mengatakan saat jemaah akan mengambil Miqat di Bir Ali, masih ditemukan jemaah haji yang menggunakan sepatu, kaos kaki, peci, bahkan ada yang masih menggunakan kaos.

“Masih ada jemaah kita yang saat turun dari bus, pakai kaos kaki, sepatu, peci. Bahkan ada yang pakai baju dan sebagainya. Itu nanti kita imbau untuk segera berganti kain ihram,” ujar Habibur di Madinah, Selasa (28/5/2024), seperti dilaporkan Antara.

Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah telah memasuki hari ke-9. Tercatat 169 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari tempat berniat umrah (miqat makani) di Bir Ali ke Makkah hingga Selasa.

Petugas pembimbing ibadah sebenarnya sering mengingatkan agar jemaah sudah memakai ihram dan mengenakan sandal sejak di hotel serta tak menggunakan hal-hal yang dijahit. Namun masih ditemukan mereka yang tidak memperhatikan larangan saat berihram.

Kendati demikian, apabila jemaah tidak membawa sendal, petugas telah menyiapkan sandal untuk mereka. Habibur Rohman mengatakan dalam sehari petugas menyiapkan 15 pasang sandal untuk para peserta jemaah haji.

“Kita minta untuk melepas di atas bus, sepatu, kaos kaki, dan lain-lain termasuk yang masih pakai kaos karena setelah shalat sunnah mereka akan membaca niat umrah,” kata dia.

Hal yang sama juga terjadi pada jemaah perempuan. Masih ditemukan jemaah yang menutupi wajah. Padahal saat berihram, perempuan tidak boleh menutup wajahnya.

“Ada jemaah yang pakai cadar tidak mau dibuka dan itu karena keyakinan mereka. Tapi sebagai petugas, tugas kami mengingatkan,” kata Habibur.

Ia berharap jemaah yang akan menjalankan ibadah umrah wajib diharapkan memperhatikan hal-hal detail terkait larangan saat berihram.

“Harapan kami pembimbing ibadah di sektor dan kloter bisa mengingatkan lagi jemaah sebelum tiba di Bir Ali,” kata Habibur Rohman.

Habibur juga mengingatkan agar jemaah membawa sandal atau alas kaki masuk ke dalam masjid, sebagaimana saat mereka ada di Masjid Nabawi.

Pasalnya, waktu singgah di masjid ini tidak lama. Selain itu, banyak peserta calon haji dari berbagai negara yang juga datang untuk Miqat.

“Sebaiknya sendal di bawa ke dalam masjid Bir Ali, seperti di Nabawi. Di sini bukan hilang tapi lupa simpan,” katanya.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Selasa, 16 Juli 2024
30o
Kurs