Kamis, 30 Mei 2024

Kasus Penyetopan Mobil Pribadi oleh Dishub di Jaksel Berakhir Secara Kekeluargaan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan yang terbawa di kap mobil pribadi usai mencoba melakukan penyetopan, Rabu (3/1/2024). Foto: tangkapan layar

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan (Sudinhub Jaksel) menyatakan kasus penyetopan sebuah mobil pribadi di kawasan Setiabudi karena pengendara diduga melakukan tindakan tak senonoh ke petugas, pada Rabu (3/1/2024), telah selesai secara kekeluargaan.

“(Diselesaikan) di Polsek Setiabudi, setelah diklarifikasi oleh kedua belah pihak, dan sepakat karena memang yang bersangkutan dan petugas kita tidak ada yang luka, jadi kita sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” kata Bernad Octavianus Kepala Sudinhub Jaksel, di Jakarta, Kamis (4/1/2024)

Bernad menyampaikan permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan berdasarkan arahan dari kepolisian di Polsek Setiabudi, saat petugas Dishub setempat dan pengendara diklarifikasi.

Menurutnya, pihaknya bersepakat untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan karena anggotanya tidak ada yang terluka, meskipun petugas yang berjaga saat itu sempat melompat ke kap mobil dan terbawa sampai kawasan Menteng Jakarta Pusat.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya menyetop mobil tersebut karena sopir mengacungkan jari tengah ke petugas yang berjaga. Menurutnya hal tersebut tidak sopan sehingga petugas berusaha meminta keterangan dari pengendara tersebut.

“Karena sebagian orang menganggap bahwa yang paham itu (mengacungkan jari tengah) kan kurang sopan, dan dia lakukan itu sebanyak empat kali, mutar empat kali. Kalau misalnya hanya sekali mungkin kita nggak bakalan, nggak terlau mengindahkan,” tambah Bernad.

Namun, pengendara bersikeras tak mau membuka mobilnya dan memilih meneruskan perjalanan. Sehingga, menyebabkan satu petugas Dishub setempat naik ke atas kap mobil dan terbawa sampai kawasan Menteng Jakarta Pusat.

Bahkan saat kabur dari petugas, pengendara mobil merah juga menyerempet pengendara motor lain, namun kendaraan tersebut tetap tidak mau berhenti.

Beruntung saat itu ada satu motor dengan dua orang boncengan yang turut mengikuti kendaraan tersebut sampai berhenti di daerah Sunda Kelapa.

“Nah diselesaikanlah di situ, di situ petugas kita berkomunikasi dengan pelaku, dan pelakunya sepakat untuk diselesaikan di Kepolisian Polsek Setiabudi,” ucap Bernad.

Bernad menuturkan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan terhadap perekaman yang dilakukan oleh pengendara tersebut. Namun karena adanya dugaan mengacungkan jari tengah ke petugas, karena dianggap tidak sopan maka pihaknya melakukan tindakan.

“Iya (tidak masalah direkam, hanya karena) jari tengah itu, makanya petugas kita merasa terganggu,” kata Bernad. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 30 Mei 2024
30o
Kurs