Kamis, 25 Juli 2024

Megawati: Pancasila Menjadi Jawaban Atas Struktur Dunia Yang Tidak Adil

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Megawati Soekarnoputri Presiden kelima RI saat tiba di Ende, Nusa Tenggara Timur disambut masyarakat, Jumat (31/5/2024). Megawati hadir di Ende untuk upacara hari lahir Pancasila. Foto : istimewa

Megawati Soekarnoputri Presiden Kelima RI yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi falsafah, pemersatu bangsa, dan menjadi jiwa bangsa.

Bahkan, Megawati meyakini bahwa Pancasila telah menjadi jawaban atas struktur dunia saat ini yang cenderung tidak adil.

Hal itu disampaikan Megawati melalui amanatnya yang dibacakan Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal DPP PDIP, dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/6/2024).

Hadir dalam upacara itu, ribuan masyarakat Ende berpakaian adat nusantara, unsur TNI-Polri dan pemerintah setempat.

“Pancasila terbukti menjadi falsafah, pemersatu bangsa, dan menjadi jiwa bangsa. Pancasila juga menjadi jawaban atas struktur dunia yang tidak adil,” kata Megawati.

Megawati juga menyampaikan, melalui Pancasila, Ir.Soekarno atau Bung Karno Presiden Pertama RI memperjuangkan suatu tatanan dunia baru yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme.

Sebab apa yang terjadi dengan feodalisme, liberalisme, kapitalisme, hingga komunisme, semua memiliki sejarah penjajahan.

“Sesuatu hal yang ditentang oleh Bung Karno selama hidupnya. Pancasila dalam visi geopolitik ini sangat penting. Dengannya, Indonesia bertekad menjadi taman sari dunia,” jelasnya.

Megawati pun menceritakan soal amanat sebagai juri Zayed Award Human Fraternity, sebuah lembaga kemanusiaan dan perdamaian antar umat manusia sedunia yang didirikan Prof Ahmed Thayeb Grand Syekh Al Azhar Mesir dan Sri Paus Fransiscus, dua orang tokoh dunia Islam dan Katolik.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini pun menyakini bahwa kepercayaan kepada kedua tokoh agama dunia tersebut seakan merekonstruksi sejarah dialog Bung Karno dengan Pater Yohanes Bouma dan Pater Gerardus Huijtink Tokoh Katolik dari Serikat Sabda Allah dengan KH Ahmad Hasan seorang Tokoh Persis dari Bandung saat Bung Karno diasingkan di Kota Ende ini.

Dalam upacara itu, Ganjar Pranowo dan Mahfud Md pasangan Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024, terlihat hadir di lokasi.

Lalu, hadir pula Komarudin Watubun Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan dan Andreas Pareira Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, serta jajaran PDIP lainnya.

Ayodhya G.L Kalake Penjabat (Pj) Gubernur NTT memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai Inspektur Upacara.

Sedangkan, Komandan Upacara dipimpin oleh Kompol Ahmad yang juga Wakapolres Ende. Pembaca naskah Pancasila adalah Emelia Julia Nomleni Ketua DPRD NTT.

Unsur TNI-Polri juga terlihat mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila tahun 2024 ini. (faz/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
31o
Kurs