Sabtu, 25 Mei 2024

Pemkot Siapkan Beragam Upaya untuk Tangani Genangan Usai Hujan Deras di Surabaya

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Sejumlah motor antre dan mogok imbas genangan air di Branjangan, Surabaya. Selain itu, ada truk mogok di atas Jembatan Branjangan, Selasa (6/2/2024) pagi. Foto: Hanif untuk suarasurabaya.net Sejumlah motor antre dan mogok imbas genangan air di Branjangan, Surabaya. Selain itu, ada truk mogok di atas Jembatan Branjangan, Selasa (6/2/2024) pagi. Foto: Hanif untuk suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya janji menyiapkan beberapa upaya penanganan genangan usai hujan deras di Kota Pahlawan pada Senin (5/2/2024) dan Selasa (6/2/2024).

Syamsul Hariadi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyebut, usai hujan deras Senin, beberapa kawasan tergenang air. Mulai dari Babat Jerawat-Benowo, Tanjung Sadari, Jalan Rajawali, Jalan Gresik, Krembangan, Manukan Lor, Dukuh Kupang, Margomulyo dan Tambak Osowilangun.

“Ada beberapa kendala berbeda di tiap lokasi genangan tersebut. Seperti kapasitas pompa dan saluran yang tidak bisa menampung hujan yang terjadi selama 6 jam dari pukul 17.30 – 24.00 WIB,” kata Syamsul lewat keterangan pers Diskominfo Surabaya, Selasa (6/2/2024).

Sementara usai hujan Selasa, ada beberapa genangan tipis, tapi dipastikan cepat surut.

“Sekitaran Benowo di perkampungan atau perumahan, mungkin masih ada. Tapi di jalan utama sudah gak ada. Pompa Sumberejo dari Senin belum dimatikan dan elevasi air masih,” tambahnya.

Ada banyak faktor penyebab genangan. Mulai dari belum adanya saluran, penyempitan saluran akibat pembuatan akses jalan untuk persil, banyaknya sampah yang menghambat aliran ke rumah pompa, kerusakan perangkat pompa, dan pintu air karena tingginya frekuensi pemakaian.

“Sementara di kawasan Tambak Osowilangun, yang merupakan kewenangan stakeholder, genangan terjadi karena belum ada saluran dan pompa yang memadai. Kemudian faktor lain adalah konektivitas antarsaluran yang belum memadai. Serta belum selesainya konversi dari saluran irigasi menjadi drainase,” bebernya.

Penanganan cepat, lanjutnya, sudah dilakukan dengan menerjunkan mobil pompa dan Tim Satgas Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menyurutkan genangan.

Sementara jangka panjang, sambungnya, ada beberapa upaya yang disiapkan.

“Perencanaan penanganan genangan dengan pembangunan sarana prasarana drainase ini sesuai kajian teknis dan ketersediaan anggaran,” paparnya.

Tahun ini, lanjut Syamsul, Pemkot Surabaya memprioritaskan pembangunan saluran di beberapa kawasan yaitu Dukuh Kupang, Manukan, Petemon, Benowo, Mayjen Sungkono, dan Mulyosari.

“Kami memilih lokasi tersebut karena merupakan jalan utama, merupakan langganan genangan dan merupakan pemukiman padat penduduk,” tuturnya.

Sisanya memastikan teknis fungsi pompa berjalan denan baik.

“Kami juga memastikan fungsi pompa bisa berjalan dengan baik. Kami menyiapkan mobil pompa yang berjumlah 2 unit untuk gerak cepat penanganan genangan. Kami membentuk Tim Satgas URC yang langsung menindaklanjuti segala hal dalam penanganan genangan dengan didukung alat berat dan perlengkapan lainnya,” ungkapnya. (lta/saf/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Sabtu, 25 Mei 2024
29o
Kurs