Jumat, 19 Juli 2024

Ratusan Jemaah Meninggal saat Puncak Haji, Terbanyak dari Mesir

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan
Jemaah haji disemprot air akibat cuaca sangat panas yang melanda Arab Saudi pada puncak haji. Foto: Reuters

Pelaksanaan puncak ibadah haji 2024 telah selesai. Jemaah haji Indonesia secara keseluruhan dalam keadaan sehat.

Meskipun demikian, beberapa jemaah harus dirawat di rumah sakit karena cuaca panas ekstrem yang melanda Makkah. Menurut laporan dari Pemerintah Arab Saudi, suhu tertinggi pada Senin (17/6/2024) lalu mencapai 51,8 derajat Celsius.

Kondisi ini mengakibatkan banyak korban meninggal dunia, dengan total mencapai 550 orang. Sebagian besar korban berasal dari Mesir, yakni 323 orang.

Hingga saat ini, belum ada data resmi mengenai jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia akibat cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. Kementerian Agama (Kemenag) RI masih belum merilis data resmi akan hal itu.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah melakukan langkah antisipasi dengan mewajibkan tes kesehatan sebelum keberangkatan haji. Hal tersebut diharapkan dapat meminimalisir jumlah korban meninggal dunia.

Meskipun demikian, pemerintah juga menyadari bahwa perjalanan haji membutuhkan persiapan fisik yang matang.

Apalagi, selepas puncak haji, cuaca di Arab Saudi juga masih panas. Kurang lebih 45 derajat Celsius. Oleh karena itu, jemaah haji diimbau untuk memaksimalkan waktu beristirahat guna memulihkan kondisi.

Rencananya, gelombang pertama kepulangan jemaah haji Indonesia dilaksanakan pada 22 Juni. Jemaah haji yang hendak pulang juga diimbau untuk memperbanyak istirahat sebelum pulang ke Tanah Air. (saf/ipg)

Bagikan
Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Jumat, 19 Juli 2024
31o
Kurs