Senin, 24 Juni 2024

Rumah di Prambon Sidoarjo Dibobol Maling, Uang untuk Haji dan Emas Senilai Ratusan Juta Raib

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi maling yang membobol sebuah rumah untuk menguras harta sang pemilik rumah. Foto: iStock

Aksi pembobolan rumah terjadi Desa Wirobiting, Kecamatan Prambon, Sidoarjo pada Rabu (22/5/2024) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Maling berhasil menguras harta korban senilai Rp55 juta dan sejumlah perhiasan emas bernilai ratusan juta.

Rumah milik Rami wanita paruh baya itu dibobol maling ketika korban bersama suaminya pergi ke pasar untuk berjualan ayam.

Indra anak korban waktu mengudara di Radio Suara Surabaya mengatakan, uang senilai Rp55 juta itu untuk pelunasan biaya haji orangtuanya.

Ketika itu, suami korban pulang terlebih dulu dari pasar sekitar pukul 05.00 WIB subuh. Pagi itu, rumah korban di sisi belakang sudah dicongkel oleh maling hingga ke kamarnya. Padahal ada lima pintu dari belakamg yang harus dilewati sebelum sampai ke kamar.

“Ayah pulang lebih dulu, itu lihat pintu bagian belakang sudah dicongkel, sampai ke kamar. Uang yang hilang untuk pelunasan haji sekitar Rp55.575.000,” kata Indra ketika mengudara di Radio Suara Surabaya, Senin (27/5/2024) siang.

Tidak hanya uang pelunasan haji saja yang raib, Indra menyebut ada delapan gelang dan dua cincin yang dicuri, beratnya sekitar 100 gram. Kemudian juga ada emas Antam seberat 50 gram dan satu emas seberat 13 gram.

“Kalau total (kerugian perhiasan) dihitung sekitar Rp200 juta lebih,” jelasnya.

Indra mengaku heran dengan aksi perampokan ini, sebab terduga pelaku bisa mengetahui letak barang-barang berharga yang disimpan di tas di dalam lemari berkayu jati milik ibunya.

“Itu dicongkel semua, sempat congkel jendela kamar ibu di belakang sepertinya. Kok bisa ya langsung menuju kamar utama ngambil malingnya emas dan uang ini yang disimpan di lemari di kamar ibu. Barang berharga ini ada di dalam tas,” ungkapnya.

Sayangnya, rumah korban itu tidak diawasai oleh CCTV. Indra menduga pelakunya lebih dari satu orang. Sebab ia mendapat laporan tetangga bahwa ada dua motor berboncengan sedang ngebut di jalanan paving desa pada Rabu subuh itu.

“Tidak ada CCTV, kemungkinan 2-3 orang pelakunya. Besoknya tetangga belakang cerita ada dua motor berboncengan ngebut di jalanan paving desa,” jelasnya.

Sementara itu AKP Muhammad Zainuddin Kapolsek Prambon menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus perampokan ini dan melakukan pemeriksaan.

“Masih diperiksa utamanya korban, bemum saksi-saksi. Dan rekan-rekan sampai saatbini masih lidik,” kata Zainuddin ketika dihubungi suarasurabaya.net, Senin sore.

Kapolsek Prambon menegaskan, pihaknya bakal meningkatkan patroli untuk mengantisipasi peristiwa serupa di wilayah hukumnya dan memetakan titik rawan.

“Sebelumnya patroli sudah digelar karena kejadian ini kami tingkatkan. Kita juga petakan wilayah rawan pertamanya di Wirobiting, Kedungkembar, Simpang, habis itu Kedungcangkring dan Patung Kuda,” tandas Zainuddin. (wld/saf/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version