Selasa, 16 Juli 2024

Wali Kota Surabaya Ingatkan Warga Memupuk Empati Antar Tetangga Untuk Mencegah Kekerasan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Wali Kota, Surabaya, Eri Cahyadi, Empati, Tetangga, Kekerasan, Pemerkosaan, Pelecehan

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengingatkan lagi soal memupuk rasa empati antar tetangga, untuk mencegah kasus kekerasan terutama pada perempuan dan anak.

Dia menyebut, akan menggalakkan lagi sosialisasi pencegahan kekerasan perempuan dan anak, pasca-terungkapnya empat kasus pada sepekan terakhir.

Adapun kasus itu mulai pencabulan sekeluarga terhadap anak gadis SMP, kekerasan seksual oleh tetangga pada balita, kekerasan seksual oknum TNI pada siswa SMA, juga kekerasan ibu terhadap anak kandung.

“Kami sudah menyampaikan ke RT, RW untuk menjaga kampungnya masing-masing. Sulit juga kalau di dalam rumah, tempat yang tertutup dalam keluarga,” katanya ditemui di kediaman, Rabu (24/1/2024).

Surabaya sebagai Kota Ramah Anak, sambungnya, pemkot sudah merespons cepat setiap kejadian kekerasan.

“Ketika menjadi kota ramah anak atau kota layak anak, bukan kejadiannya, tapi apa yang dilakukan pemerintah dan warganya untuk sosialisasi ke warga setempat. Karena kejadian ini, dari sekian juta orang kasusnya berapa orang,” jelasnya lagi.

Selain pemkot yang menguatkan melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Eri juga meminta warga juga harus memupuk rasa empati lebih tinggi.

“Kita tingkatkan empati. Lebih penting dari pembangunan, pembangunan kelihatan mata, kalau ini tidak kelihatan mata tapi dampaknya luar biasa,” jelasnya lagi.

Sementara bagi para korban, sambungnya, pemkot akan bertanggungjawab dalam hal pendidikan hingga tuntas, selain pendampingan.

“Ada dulu yang dijual bapaknya sudah kuliah dan sekarang bekerja di salah satu maspakai penerbangan. Kita melakukan pendampingan sampai seperti itu. Kita lihat keluarganya dulu, kalau mampu dan gak mau disentuh pemerintah, berjalan kita sentuh, kita dampingi psikologi. Ada yang jadi konsultan hukum yang kuliah di Unair. Kita dampingi sampai lulus SMA dan kuliah,” tegasnya.

Mantan Kepala Bappeko Pemkot pun berencana menghidupkan lagi asrama Bibit Unggul untuk menampung tinggal dan pendidikan korban kekerasan serupa.

“Nanti kita ambil anak-anak itu, kita masukkan asrama, kita akan kawal sampai mereka dewasa dan berhasil,” tandasnya. (lta/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Selasa, 16 Juli 2024
30o
Kurs