Minggu, 31 Agustus 2025

Alasan Keamanan, Sebagian Ujian SMA/SMK di Jawa Timur Digelar secara Daring

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Dinas Pendidikan Jatim saat melakukan koordinasi terbatas untuk menyikapi tidak kondusifnya beberapa daerah di Jatim, pada Minggu (31/8/2025). Foto: Dinas Pendidikan Jatim

Sekolah tingkat SMA/SMK di Jatim yang saat ini masuk pekan ujian, akan menerapkan dua model pembelajaran, yakni daring dan luring mulai Senin (1/9/2025).

Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) menyatakan, keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi terbatas untuk menyikapi tidak kondusifnya beberapa daerah di Jatim.

Rapat tersebut, kata Arikes, juga dalam menindak lanjuti Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Penerapan Nilai Karakter Positif Peserta Didik Sebagai Warga Negara Yang Demokratis Dan Bertanggung Jawab Dalam Penyampaian Pendapat.

Selain itu, juga mengacu pada imbauan terhadap Kepala Cabdindik Wilayah melalui nota dinas dengan nomor 800 / 5171 / 101.1 / 2025 perihal imbauan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam melindungi peserta didik melalui kebijakan teknis, instruksi dan pengawasan yang diperlukan di wilayah masing-masing.

Dalam rapat tersebut, pihaknya mendapat masukan dan laporan dari seluruh cabang dinas di masing-masing wilayah, termasuk Surabaya dan Sidoarjo.

“Dari hasil rapat yang kami gelar bahwa tidak semua daerah di Jatim mengalami dinamika aktivitas aksi yang anarkis, seperti Surabaya dan daerah-daerah lain. Namun, ada juga daerah yang kondisinya tetap masih dalam kondisi aman dan kondusif,” katanya, Minggu (31/8/2025).

“Maka hasil rapat, kepala cabang dinas wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik melaporkan untuk Kota wilayah Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta melaksanakan aktivitas berupa ujian formatif sekolah melalui daring di rumah, tentu dengan keterlibatan pengawasan oleh wali kelas dan orang tua secara langsung,” tambahnya.

Khusus pelaksanaan sekolah daring terhitung sejak 1 September 2025 sampai batas waktu yang nantinya akan diinformasikan lebih lanjut.

Kemudian, aktivitas ujian sekolah di Kota Malang sebagian ada daring, terutama di sekitar kawasan Tugu dan Sekolah Kompleks.

“Yang secara daring dilaksanakan pengawasan oleh wali kelas beserta orang tua siswa agar mengikuti ujian dengan tertib, dikarenakan ada informasi akan adanya demo disekitar gedung DPRD Kota Malang,” ucapnya.

Lebih lanjut, sebagian sekolah lainnya di kawasan Malang tetap masuk atau luring.

“Yang pelaksanaan ujiannya di sekolah masing-masing, tetap di bawah pengawasan langsung wali kelas,” tutur Kadindik Jatim.

Sebagai catatan, ujian yang dimulai pada 1 September 2025 hingga 4 September 2025 untuk sekolah SMA/SMK Negeri dan swasta melaksanakan ujian mata pelajaran sebagaimana telah ditentukan, baik ujian tertulis maupun praktik di masing-masing sekolah yang teragendakan.

Dindik Jatim, juga telah mengedarkan surat kepada semua Cabang Dinas Pendidikan agar selalu menjaga kewaspadaan di wilayah masing-masing dengan mengikuti perkembangan, sehingga cepat mengambil langkah-langkah apabila ada dinamika perubahan mendadak. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepala cabang dinas untuk selalu berkoordinasi dengan pimpinan daerah dan pihak keamanan setempat.

Kadindik Jatim berpesan agar para murid SMA dan SMK tidak terlibat kegiatan-kegiatan yang akan mencelakakan diri.

“Saya berharap kepala sekolah, guru dan wali kelas mengawasi murid-muridnya agar tidak keluar sekolah di jam-jam pelajaran. Termasuk tidak ikut hal-hal mengarah ke sifat negatif atau anarkis, bahkan sampai merusak fasilitas umum,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil di Jembatan Suramadu, Kondisinya Ringsek

Kecelakaan Bus Tabrak Belakang Truk di KM 749 Tol Sidoarjo-Waru

Pajero Masuk Sungai Menur Pumpungan

Kecelakaan Truk Tabrak Gardu Tol di Gate Waru Utama

Surabaya
Minggu, 31 Agustus 2025
28o
Kurs