Sabtu, 29 November 2025

BPBD Agam: Korban Meninggal Dunia Dampak Bencana Capai 86 Orang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Petugas gabungan mencari korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Foto:Antara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat total korban meninggal dunia dampak bencana alam di daerah itu mencapai 86 orang, sedangkan belum ditemukan 88 orang.

“Ini update data pada Jumat (28/11/2025) malam,” kata Rahmat Lasmono Kepala Pelaksana BPBD Agam di Lubuk Basung, Sabtu (29/11/2025), melansir dari Antara.

Ia mengatakan 86 korban itu tersebar di lima kecamatan, yakni, Kecamatan Malalak berupa banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari atau Desa Malalak Timur dengan jumlah 10 orang atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.

Kecamatan Tanjung Raya berupa tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko dua orang atas nama Safarudin dan Emninar, Kecamatan Matur berupa tanah longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak satu orang atas nama Rajibah, Kecamatan Palembayan berupa banjir bandang 74 orang tersebar di Jorong Koto Alam 21 orang atas nama Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, dan Nabila.

Selain itu, Jorong Sumbarang 16 orang atas nama Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan, Kampuang Tangah tujuh orang atas nama Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni, Jorong Kampung Tangah Timur sembilan orang atas nama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Safianti.

“Jasad korban telah ada dimakamkan di makam keluarga,” katanya.

Saat ini masih sekitar 88 orang belum ditemukan tersebar di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur tujuh orang, terseret arus Sungai Batang Antokan, warga Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung satu orang.

Selain itu, dua korban tertimbun longsor di Ariki, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya dan Salareh Aia, Kecamatan Palembayan 78 orang.

“Masih banyak korban belum ditemukan dan berharap bisa ditemukan dalam waktu dekat,” katanya.

Pencarian 88 korban dilanjutkan pada Sabtu (29/11/2025) pagi, dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Pol PP Agam, Dinas Sosial Agam, Palang Merah Indonesian (PMI) Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan lainnya.

Tim juga melakukan evakuasi warga yang terisolasi karena jalan terputus ke lokasi yang telah disediakan.

Salah seorang warga Salareh Aia, Eki, mengatakan banjir bandang pada Kamis (27/11), sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat datang bunyi gemuruh cukup keras, ia mengaku beserta keluarga kaget dan keluar rumah.

Sesampai di halaman rumah, ia melihat warga berlarian dan tiba-tiba datang banjir bandang menghancurkan rumah warga lainnya.

“Saya dan keluarga mencari lokasi aman sehingga terhindar dari bencana tersebut. Usai bencana saya mencoba membantu warga yang menjadi korban,” katanya. (ant/fan/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 29 November 2025
32o
Kurs