
Sejumlah halte bus TransJakarta di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, dibakar dan dirusak dalam aksi massa di Polda Metro Jaya yang terjadi pada Jumat (29/8/2025) malam.
Titik-titik yang terdampak parah khususnya yang berada di antara Bundaran Senayan hingga kawasan Polda Metro Jaya.
Tak hanya halte, pintu masuk menuju stasiun MRT di area tersebut juga mengalami kerusakan akibat amukan massa.
Kerusuhan ini terjadi sebagai buntut dari insiden meninggalnya Affan Kurniawan (21), yang dilindas kendaraan taktis milik Brimob Polda Metro Jaya saat terjadi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI.
Peristiwa tersebut memicu kemarahan warga dan driver ojek online yang kemudian mendatangi Markas Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, hingga terjadi bentrokan.
Akibat aksi tersebut, fasilitas umum bernilai miliaran rupiah rusak berat. Sebagai catatan, biaya pembangunan sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sekaligus halte di kawasan itu seperti JPO Ratu Plaza mencapai Rp17,4 miliar, JPO Gelora Bung Karno Rp18,5 miliar, dan JPO Polda Metro Jaya bahkan menelan anggaran hingga Rp19,3 miliar.
Fasilitas halte-halte tersebut dibangun dengan fitur modern seperti lift, instalasi listrik dengan sistem penerangan tenaga surya, serta masing-masing dilengkapi lima unit kamera CCTV.
Kerusakan dan pembakaran halte diperkirakan menimbulkan kerugian besar serta akan mengganggu operasional layanan TransJakarta dalam beberapa hari ke depan.(faz/iss)